Pasca Kebakaran, Pemkot Bandung Segera Bantu Perbaikan SMPN 50

Rio Ryzki Batee

Pasca Kebakaran, Pemkot Bandung Segera Bantu Perbaikan SMPN 50

Bandung Raya

Senin, 11 Juni 2018 | 14:25 WIB

Wartawan: Rio Ryzki Batee



PEJABAT Sementara Wali Kota Bandung, M. Solihin tegaskan, musibah kebakaran yang melalap kantor dan Sejumlah fasilitas sekolah di SPMN 50 Bandung, akan ditangani secepatnya dengan pertimbangan skala prioritas kebutuhan.

Dengan demikian, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan segera merumuskan bantuan bagi salah satu sekolah di Kecamatan Ujung Berung tersebut.

"Insya Allah segera mungkin akan kita cepat tangani segala kerugian dengan dana yang disiapkan, terutama dengan melihat kondisinya. Tentunya dengan prioritas kebutuhan yang utama dengan anggaran yang tersedia" ungkapnya usai meninjau kebakaran SMPN 50 Kota Bandung, Jln. Pasirjati, Senin (11/6/2018).

Menurutnya, solusi tersebut bisa berasal dari anggaran tak terduga atau dengan anggaran perubahan Dinas Pendidikan.

"Prinsipnya bantuan mana yang lebih cepat untuk tanggulangi, bagi kebutuhan kegiatan pendidikan di SPMN 50 Bandung, hal tersebut yang diutamakan untuk segera dilakukan" katanya.

Solihin menjelaskan, bantuan tersebut bisa terealisasi lebih cepat jika melibatkan kerjasama berbagai pihak. pihaknya juga mengajak guru dan siswa SMPN 50 untuk tak khawatir kegiatan berpendidikan terganggu.

"Tidak harus khawatir baik dari guru maupun anak anak, Pemkot Bandung akan segera menyelesaikan permasalahan ini dengan baik. Terkait bangunan memang perlu waktu, kedepannya kita akan bangun kembali dengan ruangan bagus, aman dan berkualitas" tuturnya.

Dalam mengantisipasi kejadian serupa, Ia menginstruksikan untuk sekolah di Bandung, agar melakukan piket pada pelaksanaan Cuti bersama.

"Saya ingatkan kembali  kepada seluruh petugas sekolah yang ada di untuk melaksanakan piket," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Elih Sudiapermana mengatakan bahwa kejadian kebakaran tersebut tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Karena ruangan yang terbakar yakni kantor bagi pelayanan siswa, dan bukan ruang kelas.

"Alhamdulilah yang terkena musibah bukan ruang kelas, tapi yang agak terganggung adalah masalah pelayanan kantor. Tapi kita sudah diputuskan akan mempergunakan aula untuk kegiatan pelayanan sekolah, untuk kursi dan meja sudah ada, seperti arahan pak sekda minta segera pengadaan alat kantor, komputer, dan lemari," jelasnya.

Disinggung mengenai dokumen penting, lanjutnya, diakuinya akibat kebakaran tersebut ada, namun untuk dokumen sepert ijazah atau SKHUN sudah diberikan kepada siswa atawa orang tua yang bersangkutan.

Selain itu, untuk PPDB sendiri baru dalam persiapan panitia PPID yang agak terganggu dengan soal perkantoran yang rencananya akan menjadi ruang pendaftaran dan pelayanan.

"Kalau anggaran tadi sudah dihitung dari dinas PU untuk bangunan fisik sekitar Rp 1,5 miliar, sementara untuk peralatan dan sebagainya belum dihitung. Untuk bangunan akan fokus ke anggaran murni 2019," tambahnya.

Seperti diketahui sebelumny, Kebakaran menghanguskan beberapa ruangan SMPN 50 Bandung yang berlokasi di Jalan Pasir Jati, RT 02 RW 10, Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung. Kendati demikian, Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja beberapa dokumen penting ikut hangus terbakar.

Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Ferdi Lingaswara mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut pada 13.30 WIB melalui emergency call 113. Tim langsung bergerak ke lokasi kebakaran.

Sebanyak 8 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran dari UPT Timur dan dibantu mobil pemadam dari pusat komando. Saat di lokasi dijelaskan Ferdi kondisi api sudah membesar dan melahap beberapa bangunan sekolah.

Menurut Ferdi, ada 11 ruangan sekolah yang terbakar. Di antaranya ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang TU, ruang kesiswaan, ruang rapat, ruang kurikulum, koperasi, mushola, dapur sekolah dan toilet.

"Penyebabnya sampai sekarang belum diketahui. Termasuk kerugian material. Tapi menurut saksi sumber api itu berasal dari ruang guru, kemungkinan besar dari korsleting listrik," imbuhnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR