180611131720-kenalkan-konsep-pancasila-tmp-ajak-warga-nobar-film-lima.jpg

ist

Kenalkan Konsep Pancasila, TMP Ajak Warga Nobar Film Lima

Bandung Raya

Senin, 11 Juni 2018 | 13:17 WIB

Wartawan: Lucky M. Lukman

MASIH dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Barat menggelar acara nonton bareng film Lima di kawasan Jln. Aceh Bandung, Minggu (10/6/2018). Film besutan sutradara Lola Amaria ini mengambil cerita mengenai konsep Pancasila.

Film yang dibintangi Prisia Nasution ini diceritakan bagaimana membumikan Pancasila kedalam kehidupan masyarakat sehari-hari serta membangun narasi positif untuk melawan arus radikalisme yang berpotensi merusak tenun kebinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI].

"Film yang luar biasa, bercerita mengenai konsep Pancasila yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh ditengah banyak serangan, Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang mampu merekatkan berbagai perbedaan," ujar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Abdy Yuhana, dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/6/2018).

Abdy mengatakan, dalam kegiatan nobar itu hadir tim pemenangan calon gubernur Hasanah (TB Hasanuddin -Anton Charliyan) Mathius Tandiontong dan Dwi Putro Aries Wibowo.

Menurut Abdy, momen nobar itu diharapkan menambah rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi, tambahnya, saat ini marak terjadi intoleransi sehingga dibutuhkan cara cara jitu untuk menumbuhkan rasa persatuan.

Film Lima diambil dari beberapa peristiwa yang banyak terjadi di masyarakat. Dalam instagramnya, sang sutradara Lola Amaria mengungkapkan film Lima ini merupakan visual dari peristiwa yang terjadi di Indonesia belakangan ini. "Film ini merupakan gambaran masyarakat Indonesia yang majemuk, tapi bisa mempertahankan persatuan," tulisnya.

Sementara itu, Ketua DPD TMP Jabar Brando Susanto dan Sekretarisnya, Vivi Saadiah mengungkapkan acara nobar digelar dengan sasaran generasi muda agar lebih memahami nilai-nilai Pancasila. Ia menyebut, acara ini diikuti sedikitnya 100 peserta anak muda se-Kota Bandung.

"Kita sengaja membidik anak muda dengan bahasa mereka yaitu bahasa seni, sehingga pesan yang ingin disampaikan tercapai. Kita ingin generasi muda lebih aware terhadap Pancasila yang merupakan satu-satunya ideologi di Indonesia," jelas Brando.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR