180611113139-warga-minta-pohon-mati-di-pinggir-jalan-nagreg-cicalengka-ditebang.jpg

Engkos Kosasih

Warga Minta Pohon Mati di Pinggir Jalan Nagreg-Cicalengka Ditebang

Bandung Raya

Senin, 11 Juni 2018 | 11:31 WIB

Wartawan: Engkos Kosasih

SEBUAH pohon mati di jalur nasional Jalan Raya Cikurutug Desa Nagrog Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung mengancam para pengendara yang lewat di jalur jalan tersebut. Pohon setinggi sekitar 20-25 meter itu sudah lama mati, namun oleh pihak berwenang dibiarkan dan belum ditebang.

Pantauan galamedianews.com di lapangan, Senin (11/6/2018), pohon yang sudah mati itu berada di jalur mudik dan balik Lebaran dari arah Nagreg tujuan Cicalengka. Pohon tersebut tidak jauh dari ruas jalan raya, sehingga rantingnya rawan berjatuhan dan menimpa para pengendara, baik roda dua maupun roda empat atau lebih.

Warga setempat H. Wawan Ridwan menuturkan, sebenarnya warga sekitar sudah lama mengkhawatirkan pohon yang sudah lama mati itu tumbang. Apalagi jika ada turun hujan deras dibarengi dengan angin kencang.

"Karena semakin lama itu pohon mati, lambat laun pohon dan akarnya akan keropos sehinngga akan terancam tumbang ke arah jalur jalan. Bagaimana kalau disaat tumbang menimpa pengendara? Kan bahaya. Orang pun tak akan tahu ancaman bahaya tersebut," kata Wawan kepada galamedianews,com di Kampung Warung Lahang, Desa Nagrog.

Tak hanya mengancam para pengendara, imbuh Wawan, tidak jauh dari pohon tegakan itu ada bangunan pertokoan yang banyak dikunjungi warga sekitar. Selain itu tempat pemberhentian kendaraan umum, selain penyebrangan dan tempat memutar arah kendaraan.

"Sebaiknya, petugas yang berwenang mengelola tanaman atau pohon yang ada di ruas jalan nasional itu segera menebangnya. Jangan dibiarkan sebelum ada jatuh korban," ucapnya.

Wawan pun mendapat kabar ada beberapa pohon lagi di kawasan Kecamatan Cicalengka yang diketahui sudah mati dan masih dibiarkan belum ditebang.
"Sebenarnya, saya sudah membicarakannya dengan pihak Kecamatan Cicalengka untuk membahas pohon yang sudah mati di jalur nasional," katanya.

Menurutnya, pihak kecamatan sudah melayangkan surat dan menyampaikan permohonan kepada pihak berwenang untuk menebang pohon tersebut.

"Pasalnya, warga sekitar walaupun merasa khawatir tidak bisa menebang begitu saja. Kalau pun menebang, warga yang menebang akan disalahkan. Jadi menebang pohon harus oleh pemerintah terkait," katanya.

Ia mengatakan, melihat lokasi pohon yang ada di pinggir jalan,  cara menebang pohon tersebut harus menggunakan alat berat berupa forklip. Supaya tidak membahayakan para pengendara.

"Menggunakan forklip akan lebih aman, untuk mengurangi risiko akibat penebangan pohon di pinggir jalan," pungkasnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR