180609044105-pemkot-bandung-jamin-ketersediaan-gas-melon.jpg

dok

Pemkot Bandung Jamin Ketersediaan Gas Melon

Bandung Raya

Sabtu, 9 Juni 2018 | 04:41 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

PEMERINTAH Kota Bandung menjamin persediaan gas tiga kilogram atau gas melon hingga hari raya Idul Fitri 1439 Hijirah, aman.

"Alhamdullilah stok aman. Produksi bahkan melebihi biasanya. Bisa sampai setelah Idulfitri. Jadi persediaan bagi masyarakat aman," ujar pejabat sementara Wali Kota Bandung, Muhammad Solihin, di Bandung, Jumat (8/6/2018).

Solihin mengatakan, jaminan ketersediaan stok itu saat ia meninjau persediaan gas elpiji di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) Pertamina Terminal BBM Bandung grup Ujungberung, pada Kamis.

Meski begitu, ia meminta masyarakat untuk bijak dalam menggunakan gas tiga melon tersebut terutama peruntukannya. Masyarakat yang hanya bisa menikmati gas tiga kilogram hanya golongan tidak mampu.

"Saya mengimbau bahkan melarang masyarakat ekonomi mampu untuk membeli elpiji tiga kilogram. Sudah jelas di situ ada label bahwa tabung tiga kilogram itu untuk masyarakat miskin. Karena, pemerintah sudah membagi-bagi berdasarkan kemampuannya," kata dia.

Sementara itu, Sales Executive LPG Rayon VIII Domestik Gas, Donny Brilianto, mencatat, ada kenaikan konsumsi masyarakat Kota Bandung selama bulan Ramadhan yakni sebanyak 88.000-93.000 tabung per hari.

"Di bulan Ramadan saat ini, dan menjelang lebaran permintaan pasokan gas elpiji tiga kilogram mengalami kenaikan. Kita tambah 22 persen jumlah produksi dari biasanya. Jadi kita pastikan persediaan aman terkendali," kata dia.

Kata dia, dibandingkan tahun sebelumnya konsumsi gas tiga kilogram mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan tanggal libur tahun ini jauh lebih panjang, sehingga masyarakat lebih banyak menggunakan gas elpiji.

"Tahun kemarin 20 persen kalau tahun sekarang 22 persen dari produksi 88.000 tabung per hari," kata dia.

Merespon keluhan masyarakat mengenai tabung gas tiga kilo yang dinikmati masyarakat menengah ke atas. Donny menyarankan untuk masyarakat supaya berpindah ke tabung 5,5 kilo.

"Sejak Mei 2018, kita menyerukan kepada masyarakat untuk berpindah dari penggunaan gas tiga kili ke 5,5 kilo ataupun 12 kilo. Caranya dengan menukarkan dua tabung gas tiga kilo kosong dengan tabung gas 5,5 kilo kosong tanpa biaya. Sehingga percepatan migrasi masyarakat akan lebih cepat," kata dia

Editor: Endan Suhendra



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR