180608150548-kemegahan-mesjid-al-amin-harus-disertai-dengan-kemakmurannya.jpg

ist

Kemegahan Mesjid Al-Amin Harus Disertai dengan Kemakmurannya

Bandung Raya

Jumat, 8 Juni 2018 | 15:05 WIB

Wartawan:

Bupati Bandung, H Dadang Naser mengapresiasi renovasi Masjid Al-Amin. Ia berharap dengan megahnya Masjid Al Amin, kemakmurannya semakin meningkat.

"Semoga kemegahan mesjid ini, disertai dengan makin makmurnya para jamaah bersalat jamaah di mesjid," harap Bupati saat meresmikan renovasi Mesjid Al Amin di Kompleks Margahayu Permai, RW 007, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Kamis (8/5/2018) malam.

Bupati terkesan dengan kemegahan Mesjid Al Amin yang menghabiskan dana sebesar Rp 4,8 miliar. Maka sekilas Bupati pun menyindir, saha heula atuh (siapa dulu) Kadesna Abah Awi (panggilan Kades Mekarrahayu, Herry Heryadi).

"Selain Kades, beliau juga Ketua Paseban Bandung. Urang seni pembangunanage (orang seni ngebangunnya jiga) artistik," puji Bupati.

Bupati menegaskan, dalam menjalankan roda kehidupan di dunia jangan melepaskan Al Quran sebagai pedoman hidup, agar tidak tersesat atau salah arah. Pegang prinsip kehidupan beragama dengan konsep Islam, iman, ihsan dan tauhid.

Pada kesempatan itu, Bupati pun memohon partisipasi warga Kabupaten Bandung dengan akan digulirkannya 1.000.000 muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) untuk membantu para dluafa di Kabupaten Bandung.

Sementara itu, Ketua DKM Al Amin, H  Ipin Supriatna, S.Ag merasa terharu dan bangga, karena renovasi Masjid Al-Amin adalah sebuah impian besar dari pengurus dan jamaah supaya dapat menampung kapasitas jamaah yang semakin membludak.

"Alhamdulillah para panitia bahu membahu dengan keyakinan yang kuat akan datangnya pertolongan Alloh Swt terkait dana, maka dengan izin-Nya renovasi Masjid Al Amin bisa selesai menghabiskan dana sebesar Rp 4,8 m," katanya.

Menurut Ipin, selama proses pembangunan yang memakan waktu sekitar tiga tahunan itu, kendala tentu saja ada. Kendala pertama yang dihadapi adalah tentang gambar kerja untuk pembangunan selanjutnya, dikarenakan arsitek yang pertama, yaitu Yanto meninggal. Namun karena para panitia juga punya potensi besar untuk melanjutkan pembangunan, maka digantikan oleh Oban.

"Alhammdulillah bisa selesai, justru dengan dengan sisa uang kurang lebih Rp 9 juta," katanya.

Ipin mengatakan, renovasi pembangunan diperoleh dana 98 % hasil infaq dan shadaqoh jamaah/ummat Islam baik yang ada di dalam komplek Margahayu Permai atau dari luar. Sedangkan dari Bupati nyumbang  atas nama Pemda lewat Bagsos sebesar Rp 4.250.000 dari Gubernur Jabar sebesar Rp 50 juta.

Mengenai kapasitas mesjid,  menurtunya, kapasitas jamaah yang bisa ditampung adalah kurang lebih 1.000 jamaah dengan bangunan mesjid terdiri dari tiga lantai.

Mesjid Al Amin yang memiliki luas tanah 1125 m2 dan luas bangunan 1050, memiliki tuang utama di lantai dasar untuk shalat berjamaah, lantai dua  sebagian untuk shalat berjamaah, perpustakaan juga dibuat ruang TKA/TPA sedangkan lantai tiga untuk perkantoran. Dekat mihrob (tempat imam) ada ruang tamu dan tempat sound sistem serta sudah dipasang CCTV.

"Saya berharap, di bawah lembaga Yayasan Al Amin Komplek Margahayu Permai, mampu melayani segala aktivitas jamaah baik kaitannya dengan masalah ibadah yang langsung kepada Alloh Swt (Mahdloh) atau dalam kehidupan sosial kemasyarakatan pada umumnya," katanya.

Ipin menambahkan, kedepannya ada program untuk membentuk suatu wadah Badan Konsultasi Syariah (BKS) sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai kesulitan yang dihadapi seperti masalah waris, pernikahan, muamalat. Selain itu, juga adanya lembaga ZIS (Zakat, Infaq dan Shadaqoh). Keberadaan ZIS nantinya diharapkan, dapat menyantuni para dluafa di lingkungan Margahayu Permai khususnya.

"Alhamdulillah sangat positif, para jamaah merasa betah dan nyaman shalat di Al Amin yang jelas jumlah jamaah semakin bertambah," katanya ketika ditanya respon dan jumlah jamaah.

Ipin pun berpesan, jaga kebersamaan hindarkan perbedaan yang mengarah kepada perpecahan. "InsyaaAlloh, rahmat dan pertolongan-Nya akan diberikan kepada kaum yang selalu bersatu padu, dalam mensyiarkan dan menda'wahkan ajaran agama-Nya," katanya.

Sementara itu, Kades Mekarrahayu, H Herry Heryadi yang akrab dipanggil Abah Awi ini, menambahkan, melalui Sabilulungan di Désa Mekarrahayu khususna Komplek Margahayu Permai berhasil, dibuktikan dengan selesainya pembangunan Masjid Al Amin.

"Alhamdulillah di Mekarrahayu di atas 90 % pembangunan sarana ibadah tara ngahésékeun (tidak pernah menyusahkan). Bukan hanya Al-Amin saja. Numawi Désa Mekarrahayu tos lebet Désa Mandiri, bantuan Dana Desa  pun bukan naik, malah turun (Maka dari itu Desa Mekarrahayu sudah masuk Desa Mandiri). Éta (itu) hasil indikator Dirjen di Kementerian Dalam Negeri/Kemendés," tandas Abah Awi ini sambil senyum.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR