UIN SGD Bandung Tandatangani MOU Bersama Jinan University Lebanon

Nana Sukmana/Galamedianews.com

Dari kiri ke kanan : Dubes RI untuk Lebanon, Chozin Chumaidi, Rektor Jinan University, Prof. Dr. Basam Barake, Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. Mahmud, M.Si., Ketua Yayasan Jinan Dr. Salim Yakan, dan Wakil Rektor IV UIN SGD Bandung, Prof. Dr. M.Ali Ramdhani, S.T., M.T. seusai penandatanganan MOU di Aula O. Djoharuddin A.R., Kampus I, Jalan A.H. Nasution 105, Kota Bandung, Senin (14/5/2018).

UIN SGD Bandung Tandatangani MOU Bersama Jinan University Lebanon

Bandung Raya

Senin, 14 Mei 2018 | 13:56 WIB

Wartawan: Nana Sukmana

UIN Sunan Gunung Djati Bandung menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Jinan University Lebanon dalam pengembangan kualitas sumber daya tenaga pengajar. MoU ditandatangani Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. Mahmud, M.Si. dan Rektor Jinan University, Prof. Dr. Basam Barake di Aula O. Djauharuddin A.R. Kampus I, Jalan A.H. Nasution No. 105 Kota Bandung, Senin (14/5/2018).

Menurut Mahmud, kerja sama ini merupakan implementasi dari hubungan bilateral antara Lebanon dan Indonesia dalam bidang pendidikan. “MoU ini mefokuskan pada peningkatan kualitas dosen. Pihak Jinan University bersedia menyediakan beasiswa untuk tenaga pengajar dari UIN SGD Bandung. Tetapi jumlahnya berapa masih dibicarakan,” ungkap Mahmud didampingi Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Prof. Dr. M. Ali Ramdhani, S.T., M.T. kepada galamedianews.com.

Dipilihnya Lebanon sebagai mitra kerja sama, lanjut Mahmud, karena negara tersebut termasuk negara moderat dengan penduduk yang plural tetapi memiliki tingkat toleransi sosial yang tinggi. Warga Lebanon terdiri dari kaun Sunni, Syi’i, dan Katolik yang sangat fanatik dalam beragama, tetapi meraka sangat santun dan saling menghargai dalam aktivitas sosial sehingga Lebanon tampil menjadi negara yang damai. Kondisi ini sangat cocok program UIN SGD Bandung yang tengah memperkuat nilai-nilai Islam Nusantara berkeunggulan dan berbasis kearifan lokal.

“Selama ini orang menganggap bahwa Lebanon negara yang tidak aman. Padahal yang tidak aman itu Syiria dan Israel, sedangkan Lebanon berada di perbatasan. Kondisinya sangat kondusif dan pendidikannya pun tidak kalah dengan negra lainnya, seperti Mesir,” ungkapnya.

Ali Ramdhani menambahkan, UIN sebagai perguruan tinggi Islam yang meneguhkan nilai-nilai Islam moderat berbasis kearifan lokal dalam bingkai “wahyu memandu ilmu” perlu bekerja sama dengan pihak lain dan jejaring yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami sadar semuanya tidak dapat dikerjakan sendiri, harus ada mitra yang berfungsi saling koreksi dan saling memberdayakan potensi. Itulah sebabnya kami memandang sangat penting untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan di negara lain, salah satunya Lebanon. Sebelumnya kami juga bekerja sama dengan Jerman dalam program visiting professor,“ imbuh Ali.

Sementara Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Chozin Chumaidi, mengatakan hubungan bilateral antara Indonesia dan Lebanon harus dilaksanakan oleh perguruan tinggi.  Dipilihnya Jinan University, kata Chozin, karena perguruan tinggi tersebut merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Lebanon yang menghasilkan lulusan berkualitas.

“Pendidikan di Lebanon sekarang tidak kalah dari perguruan tinggi negara lainnya di Timur Tengah. Orang-orang dari Mesir dan Sudan mulai bergeser ke Lebanon,“ ungkap lulusan pertama IAIN (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR