180417184424-ini-9-simpul-kemacetan-di-cimahi.jpg

Whisnu Pradana

Ini 9 Simpul Kemacetan di Cimahi

Bandung Raya

Selasa, 17 April 2018 | 18:44 WIB

Wartawan: Laksmi Sri Sundari

SETIAP hari beberapa ruas jalan di Kota Cimahi mengalami kemacetan, terutama pada jam-jam tertentu. Bahkan di Cimahi terdapat 9 simpul kemacetan. Jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang ada menjadi salah satu penyebab kemacetan yang melanda Kota Cimahi.

Ke-9 simpul kemacetan di Kota Cimahi yakni Simpang Amir Machmud - Sangkuriang, jalan Dustira (perlintasan KA), jalan Gatot Subroto (perlintasan KA), Jalan Baros (Pasar Baros), Bundaran Leuwigajah, Simpang jalan Daeng Ardiwinata - Amir Machmud, perempatan Citeureup - Kolonel Masturi, jalan Amir Machmud - Cimindi, dan pertigaan jalan Kebon Kopi - Amir Machmud.

"Ada 9 simpul kemacetan di Cimahi. Kinerja jalan di Kota Cimahi di level D dengan rasio 0,73. Kecepatan rata-rata 29-32 km/jam. Artinya arus lalu lintas mendekati tidak stabil, tapi kecepatan masih dapat ditolelir," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusuma, Selasa (17/4/2018).

Dijelaskannya, kemacetan yang terjadi di Kota Cimahi terjadi pada jam-jam tertentu, yakni pada pagi dan sore hari atau saat jam berangkat dan pulang kerja/sekolah. Namun Dishub tidak memiliki kewenangan untuk mengatur lalulintas.

"Sesuai dengan undang-undang nomer 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan, pengaturan di jalan termasuk mengurai kemacetan adalah kewenangan kepolisian. Tapi kami siap membantu kepolisian apabila dibutuhkan," terang Endang.

Lebih jauh Endang mengatakan, ada beberapa penyebab kemacetan yang selalu terjadi di Kota Cimahi, diantaranya jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan, lebar radius tikung di setiap persimpangan yang tidak ideal, dan masih rendahnya kesadaran berlalulintas baik pengendara maupun pejalan kaki atau penyebrang jalan.

"Serta adanya pemanfaatan badan atau bahu jalan oleh kegiatan lain yang mengganggu arus lalu lintas seperti pedagang, atau pengantar anak sekolah," terangnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR