180416184319-kota-cimahi-naikan-tarif-air-tanah.jpg

dok

ilustrasi

Kota Cimahi Naikan Tarif Air Tanah

Bandung Raya

Senin, 16 April 2018 | 18:43 WIB

Wartawan: Whisnu Pradana

PEMERINTAH Kota Cimahi melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) dipastikan menaikkan tarif satuan meteran air tanah yang digunakan oleh industri.

Berdasarkan pertimbangan yang dituangkan ke dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) yang saat ini tinggal disahkan, harga air tanah di Cimahi akan disesuaikan. Saat ini, harga permeter kubik air tanah di Cimahi hanya Rp 500.

Berdasarkan Perwal, dari harga Rp 500 permeter kubiknya, pemerintah akan menaikkan harga air bawah tanah menjadi Rp 1.500 sampai Rp 2.000 permeter kubik. Sedangkan harga air tanah di Kabupaten Bandung Barat mencapai Rp 4000 permeter kubiknya.

Kenaikan harga penggunaan air tanah permeter kubiknya sendiri harus diterapkan guna menyesuaikan dengan harga air tanah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

"Perwalnya sudah ditandatangani, dan dalam waktu dekat siap diimplementasikan. Kami dari Bappenda sebetulnya hanya menarik pajak. Di Bandung Raya, tarif air tanah di Cimahi itu yang paling rendah, makanya perlu dinaikkan,"  ungkap Sekretaris Bappenda Kota Cimahi, Yunita R. Widiana, ketika ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Senin (16/4/2018).

Yunita melanjutkan, kendati sudah menaikkan tarif sebesar 3-4 kali lipat, namun tarif air tanah di Cimahi tetap berada di bawah tarif air tanah kota dan kabupaten tetangga.

"Untuk menaikkan tarif kan perlu konsultasi dulu. Untuk yang sekarang kebetulan sudah disetujui Gubernur Jawa Barat. Untuk kenaikan sendiri baru sekarang, dan hanya naik tiga kali lipat atau empat kali lipat saja. Kalau tarifnya sama dengan Kota Bandung atau Kabupaten Bandung Barat, sepertinya banyak yang komplain, paling kita coba bertahap," tutur Yunita.

Dengan kenaikan tarif tersebut, Yunita berharap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak air tanah bisa meningkat. Saat ini, dengan tarif air tanah masih Rp 500 permeter kubik, pemerintah menargetkan PAD sebesar Rp 3,5 miliar.

"Sebetulnya jelas akan meningkatkan PAD. Waktu harga Rp 500, target PAD-nya Rp 3,5 miliar, dengan realisasi pajak keseluruhan sampai 102 persen, artinya sudah melampaui target," bebernya.

Dari seluruh daerah di Kota Cimahi, pihaknya mendata ada 168 wajib pajak dengan 400 sumur. Pemilik sumur air tanah kebanyakan industri yang berada di kawasan Cimahi bagian selatan.

Ia berharap, industri yang menjadi pengguna air bawah tanah mau melaporkan aset yang dimiliknya demi mengoptimalkan pendataan dan pengelolaan pendapatan dari pajak air bawah tanah.

"Untuk pengguna air bawah tanah itu kebanyakan pabrik. Satu pabrik rata-rata punya 2 sampai 3 sumur. Kalau kewenangan mendata kan ada di SKPD lain, kalau Bappenda hanya memungut pajaknya. Harapannya data penggunaan itu bisa terus diupdate, jadi bisa menggenjot pungutan pajaknya secara optimal," tegasnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR