Ulama Berperan Ikut Menjaga Sungai Citarum

Darma Legi

Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo, menyampaikan sambutanya pada pertemuan bersama Ulama di Aula Siliwangi, Pangdam III/Siliwangi, Jln. Aceh, Kota Bandung, Jumat (9/2/2018).

Ulama Berperan Ikut Menjaga Sungai Citarum

Bandung Raya

Jumat, 9 Februari 2018 | 19:22 WIB

Wartawan: Rio Ryzki Batee

PANGDAM III/Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo taruh harapan besar kepada para ulama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, dalam menjaga Sungai Citarum. Dimana dengan jumlah umat muslim yang cukup banyak di Jawa Barat.

"Peran ulama sangat besar dalam memberikan kesadaran bagi umat islam di Jabar. Kita melihat bagaimana sampah rumah tangga memenuhi Sungai Citarum seolah pembuangan sampah raksasa," ungkapnya pada silaturahmi bersama para ulama di Makodam III/Siliwangi, Jln. Aceh, Kota Bandung, Jumat (9/2/2018).

Dalam mempererat silaturahmi dengan para ulama, pihaknya menugaskan kepada koramil dan korem, bahkan hingga tingkat Danramil serta Babinsa, untuk mengunjungi ulama juga pondok pesantren di wilayah masing-masing.

Dikatakannya, lingkungan alam di Jabar yang rusak memberikan pengaruh yang besar, terutama tercemar parah di Sungai Citarum. Termasuk hutan lindung sebagai konservasi yang terganggu, dan air mata sebagai kebutuhan masyarakat yang semakin berkurang.

"Kejadian bencana tanah longsor yang terjadi juga bagian dari akibat kerusakan alam. Akhirnya yang menjadi korban adalah saudara-saudara kita," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren dan Majelis Shalawat Mu'abbad Al-Dzikri Al-Mawahib, Tubagus Mulyadi Mawahib akan mendukung program Citarum Harum yang bertujuan untuk menjaga lingkungan. Pihaknya juga akan turun ke masyarakat dalam memberikan edukasi dan pemahaman akan lingkungan.

"Kami para ulama ingin kembali melihat dan merasakan Sungai Citarum yang indah dan lestari. Akan lebih mudah kalau masyarakat sekitar sungai menghayati dan menjaga sungai kepunyaan Allah SWT," ujarnya.

Baginya masyarakat dalam melihat bagaimana Nabi Muhammad SAW, menjaga dan melindungi kehidupan alam. Termasuk memanfaatkan dengan cara yang benar untuk kebaikan manusia.

"Insyallah dengan kerjasama ini kami akan melanjutkan program-program yang berkaitan dengan kebaikan umat dan masyarakat. Kalau berkaitan dengan Sungai Citarum, saya melihat tadi gambarannya sudah begitu tidak layak digunakan," tuturnya.

Disinggung mengenai bencana longsor yang terjadi di Bogor, lanjutnya, hal tersebut dalam menjadi hikmah yang mengingatkan kebaikan dalam menjaga lingkungan di Jawa Barat.

Pimpinan Yayasan Islamic Center Raudhotunur dan sekaligus Wanhat GP Ansor Kabupaten Bogor, Habib Novel Alidrus mengatakan bahwa kepedulian Pangdam terhadap lingkungan sudah ada sejak menjadi Danrem 061 SK pada 2010-2011.

"Dari dulu mencintai alam melalui pendekatan ulama dan agama dulu, beliau mendatangi setiap pesantren di Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Cianjur. Beliau Tanam Pohon di situ mulai dari pohon yang bermanfaat untuk alam," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR