Citarum Harum: PTPN VIII Siapkan 25 Hektar untuk Pembibitan Pohon

Rio Ryzki Batee

Citarum Harum: PTPN VIII Siapkan 25 Hektar untuk Pembibitan Pohon

Bandung Raya

Sabtu, 27 Januari 2018 | 18:49 WIB

Wartawan: Rio Ryzki Batee

LAHAN seluas 25 hektar milik PTPN VIII disiapkan untuk pembibitan pohon. Langkah ini diambil untuk penyelesaian tanah pertanian yang kerap menimbulkan longsor dan erosi.

"Ini merupakan tanah negara yang diamanatkan kepada kami, ketika negara membutuhkan konservasi maka siap berpartisipasi. Pada lahan tersebut akan ditanam 185 ribu bibit kopi yang kami sumbang," ungkap Komisaris Independen PTPN VIII, Ipong Witono di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/1/2018).

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut maka warga tidak lagi menanam yang kurang cocok dengan tanah. Sehingga dapat membantu dalam konservasi Citarum.

"Kita bisa mengembalikan lagi martabat untuk ikut mensukseskan perbaikan Citarum yang penting bagi kita semua. Sebagian besar masyarakat menyambut baik, bahkan berdiskusi rencana relokasi DAS," terangnya.

Dikatakannya, ada enam kebun yang dimiliki PTPN dengan 12.000 hektar. Terluas di daerah Kertamanah yaitu 600 hektar dan sisanya tersebar.

"Dalam tahap ini kita berbicara tujuh tahun, dulu ini perkebunan sayur dan warga dengan sukarela setelah diberi pemahaman untuk ikut pembibitan. Rencananya ada lima hektar bagi 300 kepala kelurga," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Budi Asih, Yuhan Subrata menuturkan, ada berbagai tanaman endemik yang ditanam dilahan tersebut yakni puspa, saninten dan rasamala.

"Sampai hari ini sudah ada 92 ribu pohon yang sudah ditanam, target awal kita sekitar 1200 -1500 dan untuk kawasan endemil 400 pohon. Memang masih kurang apalagi untuk keseluruhan Kabupaten Bandung ada 78 ribu heltar yang membutuhkan 280 juta bibit," jelasnya.

Pihaknya berencana melakukan pembuatan bibit selama tujuh tahun dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Mengingat setiap tahun yang dapat dihasilkan antara 1 sampai 1 juta bibit.

"Rencananya bikin bibit 7 tahun, jadi terus rotaso setiap tahun bikin bibit lalu tanam dan begitu terus. Kalau cuaca masih fleksibel, walau kadang-kadang angin suka tiba-tiba kencang," tambahnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR