Unjani dan BEI Hadirkan Galeri Investasi Bursa Efek di Kampus

Rio Ryzki Batee

Unjani dan BEI Hadirkan Galeri Investasi Bursa Efek di Kampus

Bandung Raya

Kamis, 11 Januari 2018 | 13:55 WIB

Wartawan: Rio Ryzki Batee

UNTUK meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pasar modal, Universitas Achmad-Yani (Unjani) bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) hadirkan Galeri Investasi Bursa Efek Investasi. Mengingat saat ini, masyarakat Indonesia yang aktif dalam pasar modal baru sekitar satu juta orang.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaaan, Alumni, Kerjasama dan Humas, Toto Saputra menilai dengan hadirnya galeri tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa dalam pasar modal dan investasi. Sehingga dari ribuan mahasiswa tersebut, diharapkan ada yang aktif dalam Bursa Efek Indonesia.

"Ini sangat penting bagi pembelajaran untuk mengenal pasar modal, mereka dapat mencoba jangka panjang dan membuat usaha sendiri," ungkapnya usai peresmian Galeri Investasi di Unjani, Jln. Papanggungan, Kota Bandung, Kamis (11/1/2018).

Menurutnya, alumni Unjani sudah ada yang berhasil dalam sektor pasar modal dan investasi. Sehingga nilai positif tersebut, semakin dapat disebarkan dengan adanya galeri investasi tersebut.

"Alumni kami sudah ada beberapa yang berhasil, jadi hal tersebut ditularkan kepada mahasiswa. Karena mereka merupakan aset kita, yang tentu bisa mendapatkan hasil yang terbaik," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini menuturkan bahwa kehadiran dari galeri tersebut merupakan bagian dalam mensosialisasikan pasar modal dan investasi.

"Kami tidak bosan-bosan untuk mengedukasi dalam rangka memasyaratkan pasar modal terutama di dunia kampus. Karena tingkat intelektual yang lebih tinggi, sehingga lebih mudah dalam menerima ilmu baru," ujarnya.

Dikatakannya, secara total ada 325 galeri investasi yang ada di kampus di seluruh Indonesia, sedangkan di Kota Bandung ada 26 galeri. Ia menargetkan ada 400 galeri investasi di seluruh Indonesia.

Diakuinya, partisipasi masyarakat Indonesia masih rendah untuk pasar modal, sedangkan investasi pihak asing cukup tinggi. Hal ini disayangkan mengingat bagaimana potensi yang ada di Indonesia cukup tinggi, maka perlu adanya partisipasi dan kesadaran dari masyarakat.

"Investasi lokal pertumbuhannya tidak secepat aset di pasar modal, karena itu kami mendukung setiap kerjasama dengan kampus dan universitas yang ada di Indonesia," tambahnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR