Sawah di Kota Bandung Hanya Penuhi 5 persen Kebutuhan Beras Masyarakat

Net

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Elly Wasliah bersama Dandim 0618/BS Kolonel Inf Sugiyono saat meninjau sawah abadi di Kota Bandung.

Sawah di Kota Bandung Hanya Penuhi 5 persen Kebutuhan Beras Masyarakat

Bandung Raya

Kamis, 7 Desember 2017 | 18:07 WIB

Wartawan: Yeni Siti Apriani

LAHAN pesawahan di Kota Bandung saat ini hanya mencapai 725 hektar. Lahan seluas itu hanya bisa mencukupi 5 persen dari kebutuhan beras warga Bandung sebanyak 600 ton tiap harinya. Karena itulah kerja sama dengan daerah sekitar dan produsen sangat diperlukan, disamping program terobosan lainnya.

"Dari 725 hektar lahan sawah yang ada di Kota Bandung, yang murni milik kita (Pemkot Bandung, red) hanya 32,8 hektar. Sampai sekarang lahan sawah yang ada  hanya mencukupi kebutuhan beras sekitar 5 persen dan 95 persennya tergantung dari pasokan daerah lain," ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Elly Wasliah pada sidang tahun Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kota Bandung, di Hotel Golden Flower, Jalan Asia-Afrika, Kamis (7/12/2017).

Untuk memenuhi kebutuhan beras, ungkap Elly, Kota Bandung pun harus menjalin kerja sama dengan daerah lain. Saat ini, Kota Bandung sudah melakukan MoU dengan wilayah Bandung Raya diantaranya Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat dan Kota Cimahi. Selain itu juga sedang dipersiapkan kerja sama dengan Indramayu. "Kerja sama ini untuk ketahanan pangan Kota Bandung," ungkap Elly.  

Selain itu, Dispangtan membuat program pengurangan konsumsi beras. Karena saat ini kebutuhan beras di Indonesia termasuk Bandung masih tinggi 94 kg/kapita. Sementara di daerah maju hanya 50 kg/kapita. "Kita ada program one day no rice, disversifikasi pangan (menganti karbohidrat dari beras ke yang lain) serta program beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA)," ungkapnya.

Sementara Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengharapkan sidang tahunan DKP bisa memberikan rumusan-rumusan dan sinergitas antar pihak agar lebih solid sehingga pangan di Kota Bandung hadir lebih baik "Kunci yang paling utama koordinasi. Saya harap kekuatan regulasi dengan berbagai terobosan dan melibatkan masyarakar dengan konsep kolaborasi bisa hadirkan kemandirian pangan di Kota Bandung," ujar Oded usai membuka sidang tahun DKP.

Kota Bandung, ungkap Oded, merupakan kota metropolitan tidak memiliki lahan garapan yang cukup. Sebagai daerah konsumen, Kota Bandung perlu kolaborasi dengan kota/kabupaten lain di Indonesia agar stabilitas pangan terus terjaga.

"Selaun itu juga harus ada arahan kepada masyarakat  unruk mandiri dalam mengelola pangan. Contohnya, masyarakar yang punya lahan luas disarankan untuk bercocok tanam seperti cabai, bawang-bawangan arau lainnya sehingga kalau butuh tidak usah beli," harapnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR