Terkait Permasalahan Tenaga Honorer, Pemerintah Kota Cimahi Mengaku Dilematis

Net

Ilustrasi

Terkait Permasalahan Tenaga Honorer, Pemerintah Kota Cimahi Mengaku Dilematis

Bandung Raya

Kamis, 7 Desember 2017 | 18:02 WIB

Wartawan: Whisnu Pradana

PEMERINTAH Kota Cimahi mengaku dilematis terkait permasalahan tenaga honorer. Pasalnya, pemerintah daerah memang tidak diperbolehkan mengangkat tenaga honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil secara langsung.

Hal tersebut tertera jelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil.  

Namun di sisi lain, tenaga honorer, khususnya yang berlatarbelakang kependidikan sangatlah dibutuhkan di Kota Cimahi.

"Faktanya kita tidak bisa menutup mata tentang kebutuhan tenaga honorer. Kita kekurangan guru ASN di Kota Cimahi," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Cimahi, Harjono, Kamis (7/12).

Berdasarkan data BKD Kota Cimahi, jumlah tenaga honorer di Cimahi mencapai 2.200 orang, yang meliputi tenaga pendidik, kesehatan, pemerintahan, dan lain-lain.

Kemudian, dalam aturan terbaru, yakni PP Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditegaskan bahwa pemerintah hanya mengatur soal PNS.

"PP yang terbit itu manajemen PNS. Artinya yang diatur itu tidak termasuk mengenai pengangkatan honorer menjadi ASN," jelas Harjono.

Lantas, bagaimana dengan nasib tenaga honorer? Menurut Harjono, pihaknya belum bisa berbuat banyak, sebab belum ada aturan yang mengikat soal keberadaan tenaga honorer.

"Bagaimana kita memberikan pengawasan terhadap guru honorer kalau aturannya tidak ada. Idealnya ada aturan mainnya, tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa pegawai itu kerja di instansi kami," tambah Harjono.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan. Menurut Dikdik, pihaknya dalam posisi sulit terkait tenaga pendidik berstatus honorer.

"Yang mana di satu sisi kita tidak boleh melakukan pengangkatan untuk guru honorer. Tapi fakta bahwa kita sangat membutuhkan tenaga pendidik berstatus ASN," ungkapnya.

Dalam bidang kependidikan, terang Dikdik, kebutuhan atau kekurangan guru di Kota Cimahi 400 orang, itu hanya untuk jenjang pendidikan dasar saja.

"Maka dari itu ketika kami mencoba melakukan semacam koordinasi dengan pihak sekolah. Rata-rata memang mereka mempekerjakan tenaga honorer," jelasnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR