Soroja Tuntas, Kapan Pembangunan Tol GTMC Terealisasi?

Engkos Kosasih

H. Dadang Supriatna

Soroja Tuntas, Kapan Pembangunan Tol GTMC Terealisasi?

Bandung Raya

Selasa, 5 Desember 2017 | 17:55 WIB

Wartawan: Engkos Kosasih

SEJUMLAH pihak menyambut baik mulai dioperasionalkannya Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Tol Soroja ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Senin (4/12/2017).

Anggota DPRD Kabupaten Bandung H. Dadang Supriatna adalah yang menyambut baik peresmian Tol Soroja tersebut. Namun ia berharap dibangunnya Tol Soroja itu ditindaklanjuti dengan percepatan pembangunan Tol Gedebage-Tegalluar-Majalaya-Ciparay (GTMC), Kabupaten Bandung.

"Dengan dibangunnya Tol Temaci tersebut diharapkan dapat  menghindari terjadinya ketimbangan ekonomi yang ada di Majalaya dan Ciparay. Bahkan, dengan dibangunnya Tol GTMC ini dapat mendorong dan meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di wilayah Majalaya dan Ciparay. Apalagi di wilayah Majalaya banyak para pelaku usaha yang bergerak pada sektor industri," kata Dadang kepada galamedianews.com.

Dadang mengatakan, dengan dibangunnya Tol GTMC  tersebut secara otomatis dapat mendorong pengembangan wisata yang ada di Bandung Selatan, khususnya di kawasan Kamojang Kecamatan Ibun. Apalagi Kecamatan Ibun itu berbatasan dengan Kabupaten Garut. Selain itu akan memberikan kemudahan akses transfortasi bagi masyarakat di Kecamatan Pacet dan Kertasari yang bergerak dalam sektor pertanian.

"Yang jelas dengan dibangunnya Tol GTMC ini dapat meningkatkan pembangunan pada sektor ekonomi. Pergerakan ekonomi akan lebih cepat bagi masyarakat yang ada di berbagai wilayah tersebut," tutur Dadang.

Dadang juga turut mendorong kepada Pemerintah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat dan pusat untuk segera melakukan pemetaan pembangunan Tol GTMC  tersebut dalam upaya meningkatkan pembangunan di wilayah.

"Dan lebih bagus lagi jika pembangunan Tol GTMC itu ditindaklanjuti hingga ke Nagreg-Garut dan tembus ke Tasikmalaya. Setelah tol ini dibangun akan menjadi tol jalur pengembangan pembangunan di wilayah selatan Jawa Barat. Manfaat tol jalur selatan ini untuk menghindari banjir Rancaekek dan kepadatan kendaraan di jalur Nagreg-Limbangan-Garut," katanya.

Dadang juga berharap setelah Tol Soroja terbangun dan Selasa ini mulai digunakan operasional kendaraan roda empat, akses keluar tol tersebut harus ada pelebaran jalan secara cepat yang dilakukan pemerintah setempat. Yaitu, pelebaran jalan dari mulai Soreang-Pasirjambu hingga Ciwidey dan Cipelah Kecamatan Rancabali yang tembus ke Kabupaten Garut dan Cianjur.

"Dengan adanya pelebaran pembangunan jalan sebagai akses keluar Tol Soroja tersebut untuk mendorong peningkatan objek wisata di Bandung Selatan. Objek wisata Bandung Selatan itu menjadi ikon Kabupaten Bandung," tuturnya.

Menurut Dadang, pelebaran jalan itu untuk mengimbangi peningkatan pembangunan infrastruktuk Tol Soroja. Dengan adanya pelebaran jalan pada eksisting jalan yang sudah ada itu untuk menghindari kepadatan atau kemacetan kendaraan.

"Pelebaran jalan harus menjadi skala prioritas pemerintah setempat. Jika jalan itu masuk status jalan provinsi, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jawa Barat atau Gubernur Jawa Barat harus lebih konsen memperhatikan peningkatan pembangunan jalan. Lain halnya jika jalan itu masuk status dan pemeliharaan Pemerintahan Kabupaten Bandung, pemerintah setempat yang harus memprioritaskan peningkatan pembangunan jalan tersebut," katanya.

Ia memperkirakan dengan adanya pembangunan Jalan Tol Soroja itu akan membangkitkan potensi ekonomi, wisata dan pada sektor lainnya akan lebih bergairah.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR