Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah Tak Kunjung Diperbaiki

Engkos Kosasih

Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah Tak Kunjung Diperbaiki

Bandung Raya

Jumat, 20 Oktober 2017 | 15:43 WIB

Wartawan: Engkos Kosasih

MASYARAKAT Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung mengeluhkan kerusakan parah jalan Cijagra-Rancaoray sepanjang 5 kmKerusakan jalan kabupaten yang sudah terjadi sejak 2014 itu menjadi persoalan serius bagi masyarakat karena mengganggu kenyaman berlalulintas.

Jalan yang dilalui ribuan warga pada setiap harinya itu menjadi jalan alternatif di saat kawasan Bojongsoang dan sekitarnya banjir. Akses jalan itu menjadi jalan utama bagi masyarakat Desa Bojongsari.

Dampak dari kerusakan jalan yang sudah menyerupai kubangan air itu, sempat mendapat protes dari warga setempat. Ada di antara warga yang sempat menenteng pohon pisang untuk ditanam di jalan rusak tersebut. Ada pula yang membawa alat pancing ikan untuk memancing di kubangan air di ruas jalan tersebut.

Kepala Desa Bojongsari, Ujang Ruhiyat didampimgi Anggota Badan Permusyawaratan Desa Bojongsari, Dudi Andre mengatakan, kerusakan jalan itu sempat diusulkan melalui Musrenbang dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Pada 2017 ini sudah masuk pada perencanaan pembangunan dengan dianggarkan sebesar Rp 1.131.121.904. Namun memasuki Oktober ini belum ada tanda-tanda jalan kabupaten itu diperbaiki dengan cara dicor beton, sesuai dengan pengajuan dalam musrembang," keluh Ujang kepada galamedianews.com usai mendatangi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung di Soreang, Jumat (20/10/2017) siang.

Ujang mengatakan, sebenarnya anggaran sebesar itu sudah ketok palu untuk dianggarkan pada tahun ini. Namun setelah dirinya mempertanyakan kepada sejumlah pihak, termasuk dinas terkait anggaran tersebut belum bisa dipastikan realisasi penggunaanya sehingga menjadi pertanyaan aparatur desa.

"Anggaran Rp 1 miliar lebih itu untuk pengecoran jalan beton dari usulan musrembang 2016. Angkanya memang sudah tercatat pada anggaran 2017 ini. Tetapi setelah kita tanyakan, katanya anggaran sebesar itu belum ada kejelasan. Kita sudah dua kali mempertanyakan hal itu ke dinas terkait," ungkapnya.

Menurutnya, dari 7 km jalan kabupaten itu, sepanjang 5 km dalam kondisi rusak. Sedangkan sepanjang 2 km sudah dicor secara bertahap pada setiap usulan anggaran setiap tahunnya. Perbaikan secara bertahap itu rata-rata sepanjang 100 meter jalan yang dicor pada setiap tahunnya.

"Yang jelas kerusakan jalan cukup parah sepanjang 5 km itu belum ada penanganan. Kami berharap, jalan rusak parah itu diperbaiki sesuai dengan tuntutan masyarakat," tuturnya.

Ditambahkan Dudi Andre, kerusakan jalan yang menjadi pemicu kekecewaan warga itu, terkesan kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Padahal, kerusakan jalan itu sudah lima tahun terakhir ini.

"Dampak dari kerusakan jalan itu, aparatur desa ditekan oleh masyarakat. Padahal, itu jalan kabupaten, bukan jalan desa. Sebenarnya, jalan desa sepanjang 4 km lebih sudah aman dicor dan kondisinya sudah bagus," tandasnya.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR