BPOM Sita 727 Obat, Makanan, dan Kosmetik Ilegal yang Beredar Kota Bandung

M. Fadlillah

Kepala Badan POM RI, Penny Lukito (tengah) menunjukkan pangan, kosmetik, jamu dan obat tanpa ijin edar, saat berlangsung ekspos di Kantor BBPOM Kota Bandung, Jalan Pasteur, Jumat (21/4/2017). Petugas menyita 727 jenis obat dan makanan ilegal dengan nilai mencapai Rp 735 juta.

BPOM Sita 727 Obat, Makanan, dan Kosmetik Ilegal yang Beredar Kota Bandung

Bandung Raya

Jumat, 21 April 2017 | 13:52 WIB

Wartawan: Ferdy Soegito Putra

SEJAK Januari 2017, sebanyak 727 obat dan makanan ilegal terjaring Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Bandung. Nilai obat dan makanan yang disita mencapai Rp 735 juta.

Kepala BPOM, Penny K Lukito mengatakan, BPOM sebagai badan pengawas, tengah berupaya memberantas Obat dan makanan ilegal khususnya di wilayah Jawa Barat. Dengan tujuan, untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan pangan maupun obat yang dikonsumsi oleh masyarakat.

"Dari hasil pengawasan yang dilakukan selama tahun 2017 hingga 14 april (red), BPOM melalui Balai Besar POM (BBPOM) di Bandung telah menemukan 727 jenis obat dan makanan ilegal, baik yang tidak memiliki nomor izin edar, yang tidak memenuhi persyaratan keamanan,maupun  manfaat dan mutu," jelasnya di Lobby Kantor BPOM, Jl. Pasteur, Kota Bandung, jum'at (21/4/2017)

Dari 727 temuan obat dan makanan ilegal, di dalamnya terdapat 321 jenis (44,15%) obat ilegal, 215 jenis komestik ilegal (29,57)%, 141 jenis obat tradisional Ilegal (19,39%), dan 50 jenis pangan ilegal (6,88%) dengan total nilai ekonomi yang mencapai sekitar Rp 735 juta.

"Nilai keekonomian dari temuan 727 jenis sediaan farmasi dan makanan ilegal tersebut mencapai Rp.735.706.370," jelasnya.

Selain itu, ditemukan juga obat tradisional  di luar wilayah Kota Bandung, seperti Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Karawang.

"Warga Kota Bandung agar berhati-hati menggunakan kosmetik. Bandung dengan julukan kota kembang ternyata masih beredar kosmetik ilegal yang bisa membahayakan kesehatan," ujarnya.

"selalu cek klik, kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk pada labelnya, pastikan memiliki izin edar badan pom, dan tidak melebihi masa kadaluarsa," imbaunya‎.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR