Diprediksi Rancaekek Bebas Banjir Tahun 2018

ilustrasi/net

Diprediksi Rancaekek Bebas Banjir Tahun 2018

Bandung Raya

Senin, 20 Maret 2017 | 20:17 WIB

Wartawan: Anthika Asmara

BEBAS banjir di kawasan jalan Raya Bandung - Garut Sumdang tepatnya di daerah sekitaran PT. Kahatex, Rancaekek, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, akan terselesaikan selama dua tahun, sesuai dengan masterplane dan perencanaan dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).

Proses pengerjaan normalisasi sungai dan porses program bebas banjir Rancaekek ini di maulai pada tahun 2016 maka Rancaekek diprediksi akan bebas banjir sekitar akhir tahun 2018.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengatakan, banjir di Rancaekek ini bukan soal sungai yang tertutup oleh pabrik Kahatex saja akan tetapi ada beberapa hal lain yang juga sebagi penyebab banjir maka harus ada normalisasi sepanjang sungai yang berada di kawasan Rancaekek tersebut.

"Tidak bisa di percepat karena dua tahun itu merupakan perencanaan semua program pengerjaan sehingga harus diikuti, dan secara teknis ada di BBWS," ujar Deddy saat ditemui galamedianews.com di gedung DPRD Provinsi Jabar, Senin (20/3).

Dua tahun ini, kata Deddy, anggaran yang baru bisa digunakan sekarang, karena bersumber dari pemerintah pusat yang menggunakan dana pinjaman, namun kendati demikian normalisasi sudah berlangsung dari tahun lalu.

"Memang ada keterlambaran dalam dana itu, namun program terus berlangsung," ujarnya.

Pembongkaran bangunan

Kemudian ketika ditanya masalah pembogkaran bangunan yang berada di atas sungai, Deddy menjelaskan, sudah dilakukan dan sebagian sudah terbongkar, Deddy menjelaskan, sesuai dengan komitemen awal bahawa pihak Kahatex bersedia melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang ada di atas sungai tanpa membebankan pemerintah, sesuai perjanjian dengan Wakil Presiden Jusif Kala beberapa waktu yang lalu.

"Sudah dilakukan pembongkaran oleh Kahatex sendiri sesaui dengan perjanjian awal, saat ini proses pembongkaran di awasi oleh pihak kami. Sekarang dari hasil laporan dinas pengendalian sudah sebagain yang terbongkar dan akan terus dilanjutkan," kata Deddy.

Sementara itu, kepala Dinas Pengendalian Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Anang Sudarna, membenarkan adanya pembongakaran bangunan di atas sungai Cikjing akan terapi baru pembongakaran dibagian hilir bukan di bagian yang memang menjadi penyebab banjir.

"Saya langsung memantau ke lapangan memang ada bagian dibongkan, namun bukan bagian yang rawan banjir, bangunan yang menutupi sungai di bagian yang penyebab banjir masih dibiarkan," katanya.

Anang menjelaskan, pembongkaran yang sudah dilakukan Kahatex saat ini tidak berpengaru pada banjir, terbukti saat ini dengan hujan yang cukup tinggi kembali terjadi banjir. Seharnya pembongkaran diawali dari daerah yang penyebab banjir.

"Harus segera dibongkar semua, Kahatex jangan mau enaknya saja, sementara masyarakat menderita," tuturnya.

Editor: Deni Kusmawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR