Monumen Habibie-Ainun Akan Dibangun di Tajug Gede Cilodong Purwakarta

Daerah

Sabtu, 14 September 2019 | 10:17 WIB

190914102001-monum.jpg

Hilmi Abdul Halim /PR

Tajug Gede Cilodong Kabupaten Purwakarta

SEJUMLAH elemen masyarakat menggelar tahlilan untuk BJ Habibie di Tajug Gede Cilodong Kabupaten Purwakarta. Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) setempat juga berencana membangun monumen untuk mengenang jasa Presiden Ketiga Republik Indonesia itu.

"Kisah cinta Habibie dan Ainun menginspirasi pembangunan Taman Welas Asih di lingkungan Tajug Gede Cilodong ini. Makanya nanti akan dibangun monumenya di sini," kata Ketua DKM Tajug Gede Cilodong Dedi Mulyadi seusai tahlilan, Jumat (13/9/2019) malam.

Wartawan PR, Hilmi Abdul Halim mengabarkan, selain monumen berbentuk badan Habibie dan istrinya, DKM Tajug Gede juga akan membangun taman baca. Keberadaan perpustakaan diharapkan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan alam dan teknologi seperti yang dilakukan Habibie.

"Beliau banyak memberikan jasa dan inspirasi bagi masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Purwakarta," kata Dedi.

Ia menceritakan sekilas perjalanan hidup Habibie yang dinilai sarat inspirasi mulai dari kariernya sebagai ilmuwan hingga kebijakannya saat menjabat presiden.

Menurutnya, Habibie merupakan sosok presiden yang paling berjasa mengembalikan kondisi keamanan dan perekonomian Indonesia setelah Orde Baru. Dedi mengagumi upayanya yang mampu mengembalikan nilai tukar rupiah terhadap dolar secara signifikan saat itu.

"Saya tidak berhenti menangis kalau ingat jasa-jasa beliau. Sangat menginspirasi," katanya.

Bagi Kabupaten Purwakarta, Dedi menilai Habibie telah ikut mempromosikan potensi pariwisata setempat. Salah satunya ialah Sate Maranggi khas Purwakarta yang menjadi kegemaran Habibie selama ini.

Dedi mengatakan, Habibie kerap datang ke Kabupaten Purwakarta khusus untuk menyantap sate maranggi.

"Awalnya saya kenalkan dengan sate maranggi, ternyata beliau suka dan suka datang ke Purwakarta untuk merayakan hari ulang tahunnya dengan makan sate maranggi," ujarnya.

Rencananya, tahlilan dan doa bersama untuk almarhum Habibie akan digelar di Tajug Gede Cilodong selama tujuh hari berturut-turut. Kegiatan serupa juga akan dilakukan kembali pada 40 hari setelah hari kematiannya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR