Turki Tolak Pernyataan Israel Soal Status Quo Masjid Al Aqsha

Dunia

Jumat, 16 Agustus 2019 | 14:52 WIB

190816145540-turki.jpg


Kementerian Luar Negeri Turki pada Kamis (15/8) menolak pernyataan yang dikeluarkan oleh Gilad Erdan, Menteri Keamanan Masyarakat Israel, untuk mengubah status quo sejarah Masjid Al-aqsha.

"Kami dengan tegas menolak pernyataan dari Menteri Keamanan Masyarakat Israel mengenai perubahan status quo Masjid Al-Aqsha. Ini adalah petunjuk mengenai pola berfikir yang menyimpang," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri tersebut.

"Jelas bahwa setiap dampak tidak langsung dan gagasan untuk mengurangi status hukum dan sejarah Jerusalem akan menambah parah ketegangan di wilayah itu," kata pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anaolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

"Pada kenyataannya, selama Idul Adha, banyak orang Palestina cedera sebagai akibat campur-tangan polisi Israel di dalam Al-Haram Asy-Syarif, sementara berusaha mencegah serangan provokatif oleh kelompok ekstremis Yahudi terhadap Masjid Al-Aqsha," katanya.

Pernyataan itu mengatakan penguasa Israel mesti didesak agar mengakhiri praktek tidak sah mereka di wilayah Palestina yang diduduki, menghindari perbuatan tidak bertanggung-jawab dan pernyataan yang akan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut. Gilad Erdan mengatakan kepada Radio Israel pada Selasa,

"Saya kira ada ketidak-adilan dalam status quo yang telah ada sejak 1967."

"Kita perlu bekerja untuk mengubah (status quo) jadi di pada masa depan orang Yahudi, dengan bantuan Tuhan, dapat beribadah di Bukit Knisah (Al-Haram Asy-Syarif),"

ia menambahkan. Israel menduduki Jerusalem Timur, tempat Al-Aqsha berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Pada 1980, dalam tindakan yang tak pernah diakui masyarakat internasional, Israel mencaplok seluruh kota itu, dan mengklaimnya secara sepihak sebagai "ibu kota negara Yahudi yang tak terpisahkan dan abadi".

Buat umat Muslim, Masjid Al-Aqsha adalah tempat suci ketiga setelah Makkah dan Madinah. Orang Yahudi merujuk daerah tersebut sebagai "Bukit Knisah", dan mengklaim lokasi itu sebagai tempat dua kuil Yahudo pada masa lalu.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR