Tak Sekedar Hiburan, Ini Makna Sejumlah Lomba Agustusan

Ragam

Kamis, 15 Agustus 2019 | 11:07 WIB

190815110929-tak-s.jpg

PERAYAAN Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus, biasanya dirayakan dengan upacara bendera maupun diadakan beragam perlombaan.

Beragam perlombaan khas yang dilakukan untuk memperingati hari Kemerdekaan ini sering disebut dengan lomba Agustusan ini, banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Perlombaan ini banyak diselenggarakan di kota maupun desa.

Perlombaan yang sering diselenggarakan antara lain Balap Karung, Tarik Tambang, Perang Bantal, Makan Kerupuk, Panjat Pinang dll. Pesertanya yang mengikuti perlombaan ini mulai dari pria, wanita, remaja, anak-anak hingga orang dewasa, semua terhanyut dengan kemeriahan perlombaan.

Tujuan perlombaan tentu sebagai sarana hiburan sekaligus mengingat perjuangan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Bahkan pada setiap perlombaan memiliki makna tersendiri saat acara 17 Agustus.

1. Balap Karung

Lomba balap karung menunjukkan usaha keras yang tak pernah menyerah sekaligus menggambarkan susahnya mendapat pakaian yang layak pada zaman penjajahan dan yang ada hanya karung goni. Pada masa penjajahan, terutama pada zaman penjajahan Jepang, penduduk Indonesia begitu miskin sampai-sampai tak mampu membeli pakaian untuk kebutuhan mereka. Akhirnya karung goni pun dipakai sebagai gantinya.

2. Panjat Pinang

Lomba panjat pinang bukan dilakukan secara perseorangan, tetapi dilakukan oleh tim yang lebih dari dua orang untuk mendapatkan hadiah pada ujung pada pohon, bamboo atau kayu yang menjulang tinggi, dengan ditambahkan minyak atau oli pada permukaan batang sehingga licin untuk dipanjat.

Lomba panjat pinang sangat menantang banyak orang karena harus menunjukkan usaha keras memanjat batang yang tinggi untuk mendapatkan hadiah. Semangat kebersamaan tim sangat berpengaruh agar berhasil sampai puncaknya, dan saling gotong royong dalam perlombaan tersebut.

Untuk mencapai satu tujuan, mereka harus mau berkorban di bawah dan berjuang diatas. Seperti itulah semangat juang para pahlawan terdahulu, gotong royong tanpa kenal kelas.

3. Makan Kerupuk

Lomba makan kerupuk merupakan usaha seseorang untuk menghabiskan kerupuk. Biasanya para peserta berlmba menghabiskan kerupuk yang telah digantung, dengan menggunakan mulut dan tangan diikat ke belakang.

Perlombaan ini mengajarkan kegigihan, tidak mudah menyerah sekaligus bersyukur karena hanya dengan kerupuk, makanan murah meriah yang disukai disemua kalangan. Kita bisa menghargai kesulitan pangan pada masa penjajahan di Indonesia.

4. Perang Bantal

Perang bantal ini mewajibkan dua peserta untuk saling memukul dengan menggunakan bantal yang empuk demi menjatuhkan lawannya. Dan peserta yang dapat bertahan di atas batang pohon tersebut dinyatakan sebagai pemenang.

Lomba perang bantal bukan hanya menunjukkan kekuatan dan pantang menyerah. Saat melakukan perang bantal dimana para pesertanya harus tetap bertahan agar menjadi pemenang,  dimana bertahan pada perlombaan ini memiliki makna khusus. Saat perang atau bersaing kita tidak boleh lengah dan harus tetap bertahan dalam kondisi apapun. Walaupun bermodalkan dengan sebuah bantal, tetapi kita harus bisa menang melawan lawan.

5. Tarik Tambang

Salah satu lomba yang sering dilakukan untuk memeriahkan hari kemerdekaan negara kita adalah lomba tarik tambang. Lomba ini hanya memerlukan seutas tali tambang besar dan lapangan yang luas, tetapi bisa dimainkan oleh banyak orang, sehingga bisa menimbulkan kemeriahan dan kehebohan.

Lomba tarik tambang adalah lomba yang dilakukan oleh dua tim yang saling menarik ujung tambang yang berlawanan. Jadi seperti dua tim sedang berebut seutas tambang. Jumlah peserta dalam tiap kelompok tergantung pada panjangnya tambang. Umumnya 8 orang. Lomba tarik tambang selalu dilakukan di tempat terbuka dan lapang. Di atas tanah, tepat di bawah  titik tengah tali tambang, ada tanda tertentu.

Lomba tarik tambang menggambarkan kekompakan, kegigihan, kerja sama dan kekuatan antar tim. Persatuan yang ditunjukkan tim yang bahu membahu berusaha menarik tambang juga menunjukkan betapa para pejuan dahulu harus berusaha keras mendapatkan kemerdekaan. (Novy Kurnia/job)

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR