Bank BJB Siap Sambut Era Digital

Nasional

Kamis, 25 Juli 2019 | 11:32 WIB

190725113431-bank-.jpg

H. D. Aditya

Direktur Utama Bank Bjb Yuddi Renaldi (tengah), Direktur Kepatuhan Bank Bjb Agus Mulyana, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bank Bjb Nia Kania, Direktur Konsumer dan Ritel Bank Bjb Suartini, Direktur Operasional Bank Bjb Tedi Setiawan dan Direktur IT, Treasury dan Internasional Banking Bank Bjb Rio Lanasier menggelar Analyst Meeting Q2-2019, di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

DIREKTUR Utama PT Bank Jabar dan Banten (bank bjb) Yuddy Renaldi menjanjikan dalam enam bulan ke depan digitalisasi perbankan di bank bjb bakal jauh lebih baik. Hal itu diungkapkan Yuddy kepada wartawan usai acara Analyst Meeting Triwulan II 2019 di Hotel Ritz Charlton Jakarta,  Kamis (25/7/2019).

"Perkembangan arus digitalisasi yang melaju semakin kencang, lndustri perbankan dltuntut untuk terus melakukan inovasi dalam rangka merespon kebutuhan konsumen," ujarnya.

Ia mengatakan, perubahan di berbagai lini kehidupan membuat masyarakat sebagai konsumen produk dan jasa perbankan juga membutuhkan layanan transaksi keuangan yang serba mudah dan cepat. Terpilihnya jajaran manajemen baru di bank bjb, ia berharap, hal itu dapat menjawab tantangan perkembangan digital di tengah persaingan yang kian kompetitif.

Saat ini, jajaran direksi dipimpin oleh Yuddy Renaldi sebagai Direktur Utama, Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan, Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Rio Lanasier sebagai Direktur IT, Treasury dan international Banking, Suartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel serta Tedi Setiawan sebagai Direktur Operasional. Sementara jajaran komisarls diisi Farid Rahman sebagai Komisaris Utama Independen, Eddy Iskandar Muda Nasution dan Muhadi sebagai Komisaris, serta Fahlino F. Sjuib dan Yayat Sutaryat sebagai Komisaris lndependen.



Dalam konteks memenuhi kebutuhan transaksi digital, bank bjb telah melakukan berbagai langkah strategis. Untuk percepatan bisnis dan peningkatan layanan kepada nasabah, bank bjb akan melakukan pengembangan digitalisasi produk dan layanan, dengan rencana pengembangan jangka pendek yang akan dilakukan yaitu melakukan akselerasi pembangunan beberapa produk dan layanan elektronik serta digital banking.

Salah satunya, ia menyebutkan, pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR Code. Kemudian perluasan fitur dari mobile banking bank bjb termasuk bib Digi yang lebih userfriendly dan Integrasi bisnis digital dengan perusahaan Fintech termasuk e-commerce.

"Produk lainnya yakni selfservice banking machine atau e-kiosk dan transaksi menggunakan chat bot," tambah Yuddy.

Dalam pengembangan jangka panjang terkait digitalisasi layanan, ia mengatakan, bank bjb akan mengoptimalkan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah.

" Misalnya, digitalisasi layanan publik, digitalisasi Pemerintahan Daerah dan mendukung program smart city," katanya.

Ia menyebutkan, beberapa program kolaborasi dengan Pemerintah Daerah yang telah berjalan antara lain layanan Pembayaran PBB-PZ, E-Channel Samsat (E-Samsat), Tabungan Samsat (T-Samsat), Samsat Jawa Barat Ngabret/Bergerak Cepat (SAMSAT J’bret), Samsat Banten Hebat (SAMSAT), Internet Banking Corporate (IBC) dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP).

"Kami meyakini di dalam setiap perubahan akan selalu ada peluang dan tantangan untuk dihadapi. bank bjb siap menghadapi tantangan-tantangan baru ini dan membuktikan bahwa bank bib merupakan bank yang adaptif dan dinamis dalam merespon kebutuhan layanan transaksi nasabah," ujar Yuddy Renaldi.

Di sisi lain, bank dengan kode emiten BJBR ini, berhasil menorehkan kinerja positif pada Triwulan II 2019. bank bjb mencatatkan aset sebesar Rp120,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,4% year on year yang didukung o‘eh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh 7% y-o-y.

Total kredit pun meningkat 8.2% menjadi sebesar Rp78,2 triliun. Kinerja bisnis tersebut membuat bank bjb berhasil mencatatkan Iaba bersih sebesar Rp803 miliar.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR