Bejat, AS Tega Cabuli Anak Tirinya

Crime Story

Kamis, 25 Juli 2019 | 10:25 WIB

190725102753-bejat.jpg

Septian Danardi

Sungguh bejat kelakuan AS (54) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Ayah tiri itu tega mencabuli anak dari istrinya yang masih di bawah umur.

Korban berusia 14 tahun yang masih duduk di bangku SMP ini menjadi korban nafsu syetan ayah tirinya. AS mencabuli korban saat di rumah orang tuanya di Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya dan saat mengantar ke sekolah.

Kejadian berawal saat korban diminta ayah tirinya tersebut untuk membuat mi instan. Saat itu korban tengah teridur pulas di ruang tengah. Saat dibangunkan korban menolak untuk memasak mi karena mengantuk. Namun pelaku memaksa hingga akhirnya korban bangun dan hendak pindah ke kamar ibunya.

Sang ayah tiri malah menarik lengan si anak dan membekap mulutnya. Sambil mengeluarkan ancaman jangan bilang sama keluarga dan ibu.

"Korban diminta masak mi, tapi dia menolak. Terus korban dicabuli dengan cara ditarik, dibekap dan diancam agar jangan bilang pada ibunya," ujar Kapolresta Tasikmalaya AKBP Febry Kuriniawan Ma'ruf, Kamis (25/7/2019).

Di bawah ancaman tersebut, korban akhirnya dicabuli oleh ayah tirinya itu. Kemudian, pelaku juga mengakui dirinya juga sempat mencabuli anaknya itu saat menjemput pulang sekolah. Korban dicabuli di atas motor dengan posisi korban disuruh duduk di depan dan pelaku di belakang.

Tak tahan dengan aksi ayah tirinya, akhirnya korban melaporkan kejadian itu kepada ibunya. Mengetahui anaknya telah dicabuli ibu korban melaporkan perbuatan suaminya itu ke Polres Tasikmalaya Kota

"Pelaku diamankan petugas setelah mendapat laporan dari keluarga korban," kata Febry.

Sementara itu AS mengaku hanya satu kali berbuat cabul pada anaknya. "Hanya sekali, saya khilaf," kata AS.

Selain mengamankan AS, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti daster kuning motif bunga dan celana warna biru milik korban yang menjadi saksi bisu tindak pencabulan.

AS kini telah ditahan di Polres Tasikmalaya Kota dan dijerat Pasal 81 ayat (3) dan Pasal 82 ayat (2) UU No 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR