Waduh, Mobdin Bupati Bekasi Berplat Hitam dan Kedaluwarsa

Daerah

Selasa, 16 Juli 2019 | 09:08 WIB

190716090953-waduh.jpg

Tommi Andryany/PR

MOBIL dinas Bupati Eka Supria Atmaja parkir di depan pintu masuk Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (15/7/2019).

INSTRUKSI Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja yang mewajibkan seluruh mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten Bekasi menggunakan plat nomor merah ternyata dilanggar oleh dirinya sendiri. Mobil dinas Eka masih mengguna plat warna hitam.

Tidak hanya itu, masa berlaku plat nomor yang digunakan pada kendaraan dinas Eka itu ternyata kedaluwarsa. Ironisnya, ini menjadi kali kedua mobil dinas Eka abai membayar pajak.

Hal itu terungkap saat Eka menghadiri rapat paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (15/7/2019). Eka menumpang kendaraan dinas Toyota Vellfire hitam yang diparkir di depan pintu masuk utama.

Hanya saja, mobil dinas mewahnya itu ternyata sudah kedaluwarsa. Pada plat nomor hitamnya, B 1637 RFQ, tertulis masa berlakunya hanya sampai bulan Juni 2019. Ditemui usai menghadiri rapat paripurna, Eka berkilah tidak membayar pajak.

Eka menegaskan kendaraan dinas yang dikendarainya telah membayar pajak, hanya saja plat nomor yang digunakan belum diganti dengan yang baru.

“Sudah (dibayar), buktinya ini sudah dipakai. Kalau urusan plat nomor yang belum diganti ya kita belum sempat saja,” ucap dia, sembari mencoba menunjukkan STNK kendaraan tersebut. Meski tidak jelas keterangan pajak pada STNK itu.

Untuk diketahui, menjadi kali kedua Eka menggunakan kendaraan dinas dengan plat nomor kadaluarsa. Sebelumnya, Februari lalu, Eka yang masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas Bupati, diketahui menggunakan kendaraan dinas Toyota Land Cruiser putih bernomor polisi B 1136 RFO.

Kendaraan mewah sebelumnya digunakan oleh mantan Bupati Neneng Hasanah Yasin. Sialnya, Eka menggunakan mobil dinas itu saat plat nomornya sudah kadaluarsa. Saat dikonfirmasi, ketika itu Eka mengaku tidak menyadari karena dirinya baru dua hari menggunakan mobil tersebut.

Sebenarnya, selain pajak yang kedaluwarsa, kendaraan dinas yang digunakan Eka itu tidak sesuai dengan surat edaran yang dia terbitkan. Surat edaran itu mewajibkan seluruh kendaraan dinas milik Pemkab Bekasi menggunakan plat berwarna merah.

Pantuan wartawan PR, Tommi Andryandy, usai surat edaran terbit, mayoritas kendaraan dinas, terutama yang digunakan para pejabat eselon II dan III memakai plat nomor warna merah. Namun, kepala daerahnya sendiri masih menggunakan plat berwarna hitam.

Kasubag Pengadaan dan Distribusi pada Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Ahmad Ridwan, kewajiban menggunakan plat nomor hitam dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan kendaraan dinas.

“Kendaraan dinas tidak menggunakan pelat merah, itu melanggar peraturan. Makanya kita akan melakukan penertiban,” kata Ahmad, saat ditemui beberapa waktu lalu.


Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR