Lahan Tidak Produktif di Rancaekek Bisa Dimanfaatkan Jadi Wisata Air

Bandung Raya

Rabu, 26 Juni 2019 | 16:35 WIB

190626161620-lahan.jpg

Engkos Kosasih

Camat Rancaekek, Baban Banjar.

CAMAT Rancaekek, Baban Banjar berharap lahan pertanian yang selama ini tak produktif bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Di Kecamatan Rancaekek cukup luas lahan pertanian yang tak produktif karena tercemar limbah cair industri.

"Jangan sampai masyarakat keluh kesah. Masyarakat harus bisa bangun. Lahan pertanian yang tak produktif bisa dimanfaatkan masyarakat yang merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi. Meski dalam penanganan limbah ada pada kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung," kata Baban kepada wartawan di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (26/6/2019).

Menurutnya, lahan tak produktif, bisa dimanfaatkan untuk pengembangan wisata air, dan kegiatan mancing serta pengembangan kuliner. Untuk pengembangan, bisa kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dan menggandeng investor.

Baban mengatakan, di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek tercatat, seluas 50 hektare yang tak produktif. "Masih banyak lagi di Desa Linggar lahan tak  produktif. Termasuk di Desa Sukamanah juga ada. Yang jelas masih banyak di Kecamatan Rancaekek lahan tak produktif," ungkapnya.

Ia mengatakan, pemanfaatan lahan pertanian yang tak produktif menjadi kawasan wisata air, kebetulan di Kecamatan Rancaekek belum ada desa wisata.
"Lahan tak produktif itu cukup bagus dibuatkan desa wisata air," katanya.

Terkait dengan adanya wacana pemanfaatan lahan pertanian yang tak produkti itu, Baban mengatakan, pihaknya belum menyosialisasikannya kepada para pemilik lahan maupun masyarakat luas, termasuk lahan yang tak produktif itu ada lahan tanah carik desa.  Namun ia merasa yakin para pemilik lahan akan mengizinkannya dalam pemanfaatan lahan yang tak produktif menjadi kawasan wisata air.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR