Menabrak Rombongan Polisi, Sopir Mobil Boks Jadi Tersangka

TKP

Kamis, 20 Juni 2019 | 17:24 WIB

190620172712-menab.jpg

Laksmi Sri Sundari

Pemakaman Briptu Anumerta Adimayu Dwi Septo

SUKARTA (45), resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Terusan Kopo, Kabupaten Bandung, Selasa (18/6) malam.

Sukarta merupakan sopir mobil box bernomor polisi D 8140 ZZ yang menabrak rombongan Angggota Pengurai Massa (Raimas) Direktorat Polda Jabar yang hendak menuju Polda Jabar usai menjalankan tugas pengamanan laga Persib melawan Tira Kabo di Stadion Si Jalak Harupat Soreang.

Dalam kecelakaan itu, satu Anggota Raimas Samapta Polda Jabar, Briptu Anumerta Adimayu Dwi Septo meninggal dunia, sedangkan anggota polisi lainnya mengalami luka ringan, sedang, hingga berat.

Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan mengungkapkan, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan bersama Polda Jabar dan berdasarkan pemeriksaan saksi, sopir mobil box ditetapkan sebagai tersangka.

"Untuk status sudah kami tingkatkan sebagai tersangka, dan sudah kami tahan di Polres Bandung," katanya saat ditemui di rumah duka di Jalan Sukaraja RT 05/RW 10 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Kamis (20/6/2019).

Menurut Indra, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi. Termasuk rekan tersangka yang saat kejadian mendampingi dalam mobil.

"Kita periksa juga rekan-rekan Raimas Polda Jabar yang ada di TKP, termasuk masyarakat di TKP," katanua

Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab kecelakaan tersebut. Sebab, masih menunggu hasil tes urine tersangka dan,pemeriksaan mobil yang dibawa tersangka saat kejadian

Menurut Indra, hasil tes urine dan juga pemeriksaan kelaikan kendaraan itu akan menentukan hukuman yang akan didapat Sukarta. "Kalau dia (tersangka) mengkonsumsi minuman keras berarti ada unsur kesengajaan, karena kan membahayakan. Tapi apakah murni lalai, (tergantung) dari hasil uji kendaraan," terangnya.

Disinggung soal keberadaan minuman keras di sekitar TKP, pihaknya pun masih mendalaminya. Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium. "Kami masih mendalami ini minuman jenis apa, apakah ada di dalam mobil, apakah dikonsumsi sopir. Ini untuk membuktikannya adalah dari hasil lab," bebernya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR