Pasca Penusukan dengan Jarum Suntik, Satpol PP Gelar Patroli di Beberapa Ruas Jalan

Bandung Raya

Kamis, 20 Juni 2019 | 11:25 WIB

190620112656-pasca.jpeg

spiritbandung.com

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung akan melakukan patroli di beberapa ruas jalan di kota tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diiinginkan pasca penusukan menggunakan jarum suntik terhadap pengendara motor yang dilakukan oleh seorang ibu paruh baya.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Bandung, Taspen Effendi mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan tim penyidik untuk menelusuri terkait pelaku penusukan tersebut.

"Dengan adanya itu, kemarin saya sudah menginstruksikan kepada teman-teman anggota Satpol untuk melakukan patroli dan saya akan memerintahkan juga bagian penyidik dalam arti kata untuk menyelusuri, intel untuk menanyakan hal seperti itu," katanya yang dikutip saat On Air di PRFM, Kamis (20/6/2019).

Dari laporan yang diterimanya, Taspen menuturkan, korban mengidap gangguan kejiawaan. Dengan demikian, jika benar, pelaku akan dibawa ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk kemudian diperiksa kesehatannya kemudian akan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung.

"Dengan hal ini, kita bersama-sama melakukan pengawasan ataupun patroli di jalan, mudah-mudahan kalau memang dia depresi dan sebagainya, kita akan memasukan ke Dinas Kesehatan dan setelah dari Dinkes kita serahkan ke Dinas Sosial," jelasnya.

Taspen mengaku, belum bisa mengidentifikasi ciri-ciri korban. Dengan ini, ia mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor kepada Satpol PP jika sewaktu-waktu menemukan pelaku.

"Kalau memang tertangkap tangan bisa saja laporkan ke Satpoll PP. Dengan depresinya itu bisa kita tangani. Kita sampaikan ke Dinas Kesehatan, nanti dari Dinas Kesehatan bagaimana perkembangannya," lanjutnya.

Proses hukum yang akan dilaksanakan, katanya, akan tergantung kepada hasil pemeriksaan di Dinkes Kota Bandung. Taspen menuturkan, jika pelaku terbukti mengidap gangguan kejiwaan, maka pihaknya dan kepolisian pun tidak dapat memproses pelaku secara hukum.

"Kalau penusukannya mau diproses, namanya juga depresi udah dekat-dekat dengan orang gangguan jiwa, polisi juga tidak bisa memprosesnya. Salah satunya caranya kita masukan ke Dinkes, mereka yang lebih paham, ngecek dan sebagainya. Silahkan Dinas Kesehatan apakah mau dirumahkan ke Dinas Sosial atau bagaimana," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR