Di HUT ke-12, KBB Raih Penghargaan dari Empat Kementerian

Bandung Raya

Rabu, 19 Juni 2019 | 13:55 WIB

190619135044-di-hu.jpg

Dicky Mawardi

KABUPATEN Bandung Barat raih penghargaan dari empat kementerian, yaitu dari Kementerian PPN/Bappenas bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian sebagai daerah terbaik dan tercepat dalam nota kesepakatan bersama/perjanjian kerja sama (NKB/PKS) dalam program Skill Development Center (SDC).

Penghargaan diserahkan langsung Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja pada Bappenas Mahatmi Parwitasari Saronto didampingi perwakilan dari Kementerian lainnya kepada Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat, Iing Solihin pada Upacara Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke 12 di Plasa Mekarsari Ngamprah, Rabu (12/7/2019).

Mahatmi Parwitasari Saronto mengatakan, Kabupaten Bandung Barat satu-satunya daerah di Indonesia yang bergerak cepat menyambut program SDC. Padahal Bandung Barat tidak termasuk pilot project untuk program pengentasan persoalan pengangguran.

"Program SDC sudah digulirkan tiga tahun.lalu. Ada beberapa daerah yang dijadikan pilot project di antaranya Kota Solo dan Denpasar. Tapi sejak dua tahun lalu dijadikan pilot project, tidak tampak ada perubahan. Sementara Bandung Barat yang tidak dijadikan pilot project baru berjalan enam bulan sudah menunjukkan progres yang menggembirakan," kata Mahatmi.

Lebih jauh dijelaskannya, SDC ditujukan untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan yang merupakan salah satu tantangan terbesar yang tengah dihadapi Indonesia saat ini. Tantangan tersebut adalah bagaimana meningkatkan daya saing tenaga kerja dan menurunkan angka tingkat pengangguran terbuka melalui peningkatan partisipasi angkatan kerja dengan konsep pendekatan kerja sama yang melibatkan semua pemangku kepentingan terkait, baik di tingkat pusat maupun di daerah (provinsi, kabupaten dan kota).

Bupati Bandung Barat Aa Umbara mengapresiasi terhadap program ini, karena banyak memberikan nilai positif. Dimana melalui program ini dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja dan menurunkan angka pengangguran terbuka.

Menurutnya, salah satu program SDC adalah menciptakan wirausaha melalui pelatihan. Diharapkan melalui pelatihan wirausaha mampu mendongkrak produktifitas masyarakat sehingga akan mampu menekan angka pengangguran.

Namun dibutuhkan komitmen banyak pihak untuk menindaklanjuti hasil pelatihan agar masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaatnya.

"Lahirnya wirausaha baru bisa mengatasi angka pengangguran di Kabupaten Bandung Barat yang relatif masih tinggi. Harapannya, setelah lahir wirausaha baru bisa merekrut atau mempekerjakan orang lain yang memang membutuhkan pekerjaan," kata Umbara.

Penghargaan lain
Selain penghargaan untuk program SDC, bupati mengungkapkan salah satu prestasi yang telah diraih diantaranya peningkatan pada bidang kesehatan dengan capaian realisasi indeks kesehatan Kabupaten Bandung Barat tahun 2018 sebesar 79,92 dari target yang ditentukan sebesar 75,24 atau capaian realisasi mencapai 106,22 persen.

"Dengan demikian indeks kesehatan Bandung Barat termasuk dalam kategori kelompok tinggi. Pencapaian keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak dan tentunya komitmen pemerintah daerah dalam bidang kesehatan, dengan terus meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan. Saya yakin kedepannya dengan sinergitas bersama ini kualitas kesehatan Kabupaten Bandung Barat akan terus meningkat dan semakin baik," paparnya

Selain itu, pada bidang pendidikan dengan berbagai program dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, tahun 2018, Kabupaten Bandung Barat meraih pencapaian kinerja 98,74 persen. Hal ini membuktikan capaian kinerja yang telah dilakukan sangat baik. Di samping peningkatan sarana dan prasarana dengan penambahan ruang kelas, Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Penyelenggaraan paket B atau setara SMP.

Dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi, pemerintah daerah berkomitmen akan terus berupaya melakukan yang terbaik dengan pengembangan diberbagai sektor, diantaranya melalui pengembangan sektor pariwisata, pertanian, perikanan, perdagangan, industri, koperasi serta usaha kecil dan menengah serta sektor lain yang mendukung sektor perekonomian.

"Begitu pula dalam hasil capaian indikator penyelenggaraan pemerintah, capaian kinerja dari hasil evaluasi SAKIP Kabupaten Bandung Barat mencapai 65,72 dengan kategori B (baik). Hasil ini merupakan prestasi terbaik Kab. Bandung Barat yang diberikan oleh Kementrian PAN dan RB," tuturnya.

Selain capaian tersebut, juga telah banyak prestasi yang diraih oleh pemerintah daerah, diantaranya Kabupaten/kota Layak anak Kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak, peserta terbaik Lomba Pengelolaan Sampah Dalam Rangka Hari Air Dunia Ke-XXVI Tahun 2018 Dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, dan juga dari para atlet Kabupaten Bandung Barat yang sukses meraih berbagai prestasi dari berbagai cabang olahraga baik tingkat nasional maupun tingkat Kabupaten Bandung Barat, serta berbagai prestasi lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas upaya, dukungan, dan partisipasinya dalam pembangunan Kabupaten Bandung Barat yang kita cintai ini. Sehingga Bandung Barat bisa menjadi seperti saat ini dengan menoreh berbagai penghargaan dan meningkatnya berbagai bidang kehidupan," kata bupati.

Sementara itu tamu undangan yang hadir pada upacara HUT Kabupaten Bandung Barat antara lain mantan Pj Bupati Tjatja Kuswara, mantan Wakil Bupati Ernawan Natasaputra, mantan Plt Bupati Dadang Masoem, ASN Pemkab Bandung Barat, dan tokoh masyarakat. dicky mawardi

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR