Bukan Pesepak Bola Biasa, Berkat Mo Salah Fobia Islam di Liverpool Kini Turun Signifikan

Soccer

Senin, 17 Juni 2019 | 13:55 WIB

190617135321-kenal.jpg

dailymail

Kehadiran striker Mesir Mo Salah di Liverpool ternyata tak hanya mendatangkan gelar tapi juga ikut memengaruhi Islamofobia di Merseyside. Hasil studi Laboratorium Kebijakan Imigrasi Universitas Stanford menunjukkan penurunan signifikan kejahatan rasial di Merseyside sejak Mohammed Salah bergabung dengan Liverpool pada musim 2017.

Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, dalam  dua tahun terakhir kejahatan rasial di Merseyside turun 18,9 persen dari yang diperkirakan. Penurunan ini dihubungkan para peneliti dengan kehadiran sosok Salah sebagai pemain utama di Liga Premier Inggris.

Salah the champion!

Tak lupa sujud syukur usai mencetak gol. (net)

Tak itu saja, cuitan anti-Muslim di kalangan penggemar Liverpool juga berkurang 53 persen. Tim peneliti menganalisis sekitar 15 juta cuitan  penggemar sepak bola Inggris sebelum dan sesudah Salah bergabung dengan Liverpool F.C. Laporan menyatakan “Eksperimen survei menunjukkan hasil ini kemungkinan didorong oleh meningkatnya familiaritas akan Islam."

Penelitian yang sama mengungkap  bahwa paparan positif selebriti dapat memberi informasi baru dan memanusiakan kelompok tertentu pada umumnya. Juga mengurangi sikap berprasangka. Para peneliti mengatakan sosok fenomenal Mo Salah dengan kepribadiannya yang kharismatik membantu memanusiakan umat Islam di kalangan Liverpudlian.

Liverpudlian jatuh hati.

Real influencer.

Salah yang tahun ini berusia 26 tahun juga tidak ragu menunjukkan identitas muslimnya. Ia misalnya biasa bersujud setiap kali mencetak gol. Salah pun  kerap terlihat mengarahkan telunjuk ke langit sambil melafalkan syahadat. Hal lainnya yang juga berpengaruh adalah aktivitas Salah di media sosial, termasuk wawancara tentang kehidupan keluarga dan agama.

Profil Salah menantang stereotipe negatif akan Islam dan berkontribusi terhadap perubahan sikap. Para penggemar pun ikut terbiasa dengan ritual keyakinan sang idola. Saat Ramadan lalu misalnya Salah memposting foto dirinya tengah berbuka puasa lengkap dengan penjelasannya. Sebagai tambahan Salah juga masuk 100 sosok paling berpengaruh versi TIME tahun ini.

Salah dan Makka.

Perkenalkan keluarga dan kultur positif lewat media sosial.

Kini penggemar beratnya juga  jika nama putri Salah, Makka terambil dari situs paling suci Islam di tanah haram Mekah. "Penggambaran Salah sebagai teman, ayah, dan rekan satu tim yang menyenangkan ini kontra-stereotipe dan dengan demikian dapat meredam persepsi bahwa keberadaan muslim itu mengancam. Di sisi lain ini membuat umat Islam tidak lagi berjarak  secara sosial dari warga kulit putih Inggris."

Sosok lain yang tak kalah istimewa adalah istrinya. Berbeda dari WAG’s kebanyakan jilbab yang dikenakan membuat kehadirannya menonjol. Ia pun tak canggung menyemangati Salah langsung di Sstadion Anfield bersama istri-istri kolega sang suami.

Fenomenal di dalam dan di luar lapangan.

Data untuk penelitian sendiri didapat langsung dari penggemar Liverpool F.C. melalui iklan di akun Facebook. “Suka Liverpool F.C.? Sisihkan dua menit untuk membantu kami meneliti penggemar Liverpool!” Survei diluncurkan dari Oktober 2018 hingga Januari 2019. Dan hasilnya ternyata sangat positif.

Well done Salah!

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR