Desa Sukamaju Malajaya Luncurkan Kampung Saber

Bandung Raya

Minggu, 16 Juni 2019 | 15:52 WIB

190616155314-desa-.jpg

UNTUK mendukung program Citarum Harum, Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung meluncurkan kampung Saber (sabilulungan bersih).

Dalam peluncurkan kampung saber itu, selain dihadiri jajaran Muspika Majalaya, juga hadir dari aparatur RT, RW, kader dan masyarakat sekitar.

Tujuan Kampung Saber itu untuk menuju masyarakat mandiri dalam pengelolaan lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan.

"Launching kampung saber itu lebih fokus mulai dilaksanakan di RW 15 Desa Sukamaju, dengan sasaran pengelolaan sampah rumah tangga yang ada di lingkungan RW tersebut. Makanya, dalam pelaksanaan launching kampung saber tersebut, aparatur RT dan RW turut dihadirkan," kata Pjs. Kepala Desa Sukamaju Agung Rahadian kepada galamedianews.com di Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Minggu (16/6/2019)

Ia mengatakan, di lingkungan RW 15 Desa Sukamaju akan dibangun tempat pengelolaan sampah sementara (TPSS) dengan anggaran dari program raksa desa sebesar Rp50 juta.

"Setelah anggarannya nanti turun, akan langsung digunakan untuk membangunan TPSS guna pengelolaan sampah yang dihasilkan warga (rumah tangga masing). Bahkan, selain RW 15, kita juga akan membangun TPSS di RW lainnya, soalnya nantinya ada dua TPSS yang akan dibangun di Desa Sukamaju untuk pengelolaan sampah. Dengan harapan di lingkungan RW tersebut dapat mewujudkan RW jerowes," kata Agung.

Selain membangun TPSS, kata Agung, aparatur desa akan membuat peraturan desa (perdes) yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan. Melalui perdes itu, setiap rumah tangga yang ada di lingkungan RT masing-masing diwajibkan membuat lubang cerdas organik (LCO).

"LCO itu nantinya selain untuk menampung air hujan, juga bisa digunakan untuk menyimpan sampah organik yang nantinya bisa menjadi pupuk organik dalam upaya penanggulangan banjir," katanya.

Dalam pengelolaan lingkungan iu, imbuh Agung, desa menjalin kerja sama dengan inas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung untuk mendapatkan bimbingan dan edukasi dalam pengelolaan sampah.

"Bahkan kita sudah membentuk 30 kader. 30 kader yang dibentuk itu, selain 10 kader di RW 05 dan 20 kader di RW 15 itu, nantinya mereka diarahkan untuk melakukan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, khususnya sampah," tuturnya.


Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR