Hadapi Musim Kemarau, Ini yang Akan Dilakukan BPBD Kab. Bandung

Bandung Raya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 14:46 WIB

190615144704-hadap.jpg

MEMASUKI musim kemarau, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara mengaku hampir di setiap kecamatan di Kabupaten Bandung mengalami kesulitan air bersih.

Hingga kini, Pihaknya tengah mempersiapkan rencana-rencana guna mencegah kekeringan di beberapa kecamatan, seperti mempersiapkan mobil-mobil tengki air bersih, melakukan pengecekan ulang, dan monitoring ke wilayah-wilayah kesulitan air bersih.

"Langkah-langkah persiapan, terutama pelayanan kepada masyarakat yang nanti kesulitan air, seperti mempersiapkan mobil tengki air, melakukan pengecekan ulang, mencoba melakukan monitoring ke wilayah-wilayah kesulitan air bersih dan sebagainya," jelasnya saat On Air di PRFM, Sabtu (15/6/2019).

Akhmad berharap agar pemerintah jangan hanya mengandalkan mobil-mobil tengki air saja. Tetapi juga menyiapkan mesim pompa air, memberikan toren-toren penyimpanan air bersih, pipa paralon dan meminta warga untuk menggali sumber-sumber mata air guna memperkecil bencana kekeringan nantinya.

"Selain menyiapkan tengki air bersih, kita mesti mempunyai terobosan untuk bantu warga seperti menggali sumber-sumber mata air, membuat toren-toren penyimpanan cadangan air di setiap warga, menyiapkan peralatan untuk warga menanggulangi kekurangan air bersih seperti paralon, dan mesim pompa," ucapnya.

Ahmad mengimbau agar warga lebih berhati-hati lagi saat musim kemarau. Karena menurutnya, saat musim kemarau sangat rawan untuk terjadi kebakaran dan kekeringan. Selain itu, warga yang mengalami kesulitan air bersih agar melapor kepada RW setempat dan kepala desa agar dapat langsung dikirimkan bantuan ke daerah yang tersebut.

"Jika mengalami kesulitan air bersih, bisa lapor ke RT/RW atau kades baru nanti ada laporan tertulis dari pak kades kepada kita, baru kemudian diproses lebih lanjut. Atas laporan tersebut kita akan turun ke lapangan membantu menyuplai air bersih yang diperlukan warga," tutup Akhmad.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR