Facebook Beri Hadiah Rp 71 Juta kepada Penemu Bug di WhatsApp,

Ragam

Jumat, 14 Juni 2019 | 18:51 WIB

190614185450-faceb.png

FACEBOOK memberi hadiah senilai USD 5.000 atau setara Rp 71 juta kepada seorang pemuda berusia 22 tahun. Alasannya, pria bernama Zonel Sougaijam ini berhasil temukan bug di aplikasi messaging milik Facebook yakni WhatsApp.

Mengutip laman News18 via Tekno Liputan6.com, pemuda asal Manipur, India, ini menemukan bug di WhatsApp. Pencapaian ini kemudian membuatnya masuk dalam daftar "Facebook Hall of Fame 2019."

Baca Juga: Whatsapp Akan Lakukan Tindakan Hukum kepada Penggunanya yang Melanggar

Facebook Hall of Fame 2019 sendiri berisi 96 orang yang dianggap telah menemukan celah kerentanan dan membantu Facebook.

Sougaijam menemukan bug saat sedang melakukan panggilan suara di aplikasi WhatsApp. Bug tersebut memungkinkan penerima panggilan untuk memperbarui panggilan menjadi video call, tanpa sepengetahuan orang yang menelepon.

Tak cuma mengubah ke panggilan suara ke panggilan video, hal ini rupanya dianggap telah menyalahi privasi pengguna.

Penemuan bug oleh Sougaijim ini kemudian membantu Facebook menghindari adanya pelanggaran keamanan yang besar.

"Faktanya, saat panggilan video via WhatsApp, orang yang saya telepon itu bisa mengnonaktifkan kamera, panggilan video pun tertunda. Kemudian, pengguna bisa melanjutkannya tanpa adanya pengguna lainnya menyentuh smartphone mereka," tulis Sougaijam dalam unggahan blog-nya.

Sougaijam melanjutkan, dirinya menyadari bug tersebut adalah bug besar. Ia kemudian mencoba membuat video pendek dan menjelaskan kepada pihak WhatsApp tentang cara kerja bug ini.

"Pihak WhatsApp memberi tahu saya, bug telah dikonfirmasi dan mereka berusaha menutup bug tersebut," tutur Sougaijam yang merupakan seorang sarjana bidang Teknik Sipil.

Dua minggu kemudian, pihak Facebook menginformasikan kepada Sougaijam bug yang ditemukannya sudah diperbaiki.

"Saya kemudian mengecek dan bug tersebut benar telah diperbaiki," katanya.

Sekadar informasi, jumlah hadiah ditentukan oleh tingkat keparahan pada bug yang ditemukan, kualitas laporan, dan berbagai faktor lainnya.

"Jumlah minimum yang dapat diterima oleh penemu jika keparahan bug telah diidentifikasi sebagai ancaman keamanan adalah USD 500," tutur Sougaijam.

Sougaijam bukanlah orang India pertama yang masuk dalam daftar Facebook Hall of Fame 2019. Ada juga nama lain seperti Rony K Roy dan K.S Ananthakrishna dari Kerala serta sejumlah pemuda India lain yang juga masuk dalam daftar tersebut.

Ananthakrishna berhasil mendeteksi bug yang memungkinkan pihak ketiga untuk menghapus file di WhatsApp seorang pengguna tanpa ketahuan.

Sumber: merdeka.com

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR