Kebakaran Pasar Kosambi Sulit Dipadamkan Karena Tidak Ada Ventilasi

Bandung Raya

Senin, 20 Mei 2019 | 14:55 WIB

190520145632-kebak.jpg

M. Fadlillah

Petugas kesehatan mengevakuasi petugas pemadam kebakaran yang mengalami sesak napas, saat berusaha menanggulangi kebakaran Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (20/5/2019).Kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (18/5/2019) malam tersebut sampai saat ini masih dalam proses pendinginan.


WAKIL Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menduga api yang sulit dipadamkan disebabkan oleh ventilasi udara yang tertutup oleh bangunan liar di belakang Pasar Kosambi.

"Tadi kita lihat di belakang itu harusnya banyak ventilasi, tapi tertutup oleh bangunan-bangunan liar, jadi kita perintahkan yang belakang untuk dibongkar," kata Yana di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (20/5/2019).

Selain itu ia mengatakan, banyak bahan-bahan yang mudah terbakar seperti plastik, kain dan gabus yang mempercepat api menghanguskan pasar.

"Jadi masih ditemukan titik-titik api, ini karena memang kelihatannya cukup banyak bahan-bahan yang mudah menyimpan api," katanya.

Dengan kejadian tersebut, kata dia, pihak Pemerintah Kota Bandung akan melakukan evaluasi bagi kualitas infrastruktur sarana publik, khususnya pasar.

"Ini jadi bahan introspeksi bagi kita semua untuk meminimalisir resiko di 37 pasar tradisional lainnya," katanya.

Selain itu ia meminta kepada pihak PD Pasar untuk menyiapkan tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) untuk bisa kembali berdagang. Apalagi kebutuhan masyarakat diprediksi akan meningkat menjelang perayaan Idul Fitri.

"Kita minta PD Pasar menyiapkan tempat sementara, diharapkan masih di sekitar sini," kata dia.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR