30 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan Lawan Api di Pasar Kosambi Bandung

Bandung Raya

Minggu, 19 Mei 2019 | 06:06 WIB

190519060619-30-un.jpg

Mochamad Iqbal Maulud/PR

SEBANYAK 30 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk emadamkan api di Pasar Kosambi yang menyala sejak Sabtu (18/5/2019) pukul 21.30 WIB. Hingga Minggu (19/5/2019) dini hari tadi, petugas masih berjuang untuk memadamkan api.

Menurut Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Adriani Sinaga, pihaknya juga memperoleh dukungan dari pemadam kebakaran daerah lain.

"Kami juga menunggu yang datang dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi untuk membantu proses pemadaman api. Apalagi api masih terus ada padahal proses pemadaman api sudah dilakukan sejak ada laporan sekira pukul 21.30 WIB, Sabtu 18 Mei 2019," kata Adriani di Lokasi Pasar Kosambi. Tepatnya di Jalan Baranang Siang, Kota Bandung pada Minggu 19 Mei 2019 sekira pukul 02.00 WIB dinihari.

Menurut Adriani, ada sedikit kendala dalam proses pemadaman api ini. Selain karena daerahnya sulit dijangkau karena berada di basement, peralatan dari para anggota dinas‎ pemadam kebakaran ini terbilang usang.

"Sempat tadi ada anggota kami yang kehilangan kesadaran karena peralatannya tak memadai. Peralatan yang dibutuhkan ini adalah self contained breathing apparatus yang hanya dipakai beberapa anggota saja. Padahal seluruh anggota membutuhkan peralatan ini untuk membantu pernapasannya dalam pemadaman api," katanya.

Wartawan Pikiran Rakyat, Mochamad Iqbal Maulud mengabarkan, selain itu mobil pemadam kebakaran yang sudah terlalu tua juga ikut menjadi hambatan dalam pemadaman api ini.

"Banyak mobil damkar yang usianya sudah mencapai 20 tahunan, tentunya ini juga jadi penghambat pemadaman api. Jadi karena perlu perawatan khusus maka proses pemberangkatan tadi ke lokasi butuh waktu lama, ditambah tak tersedianya hidran air di lokasi," ucapnya.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Kosambi Diduga di Gedung Basemen

Adriani juga mewanti-wanti pada anggotanya agar tidak masuk ke dalam basemen.

"Hal ini beresiko karena bisa saja gedung Pasar Kosambi rusak fondasinya karena terbakar, ‎lalu ambruk. Apalagi beberapa waktu lalu ada anggota damkar yang meninggal karena tertimpa beton saat pendinginan," ucapnya.

Pada peristiwa kebakaran tersebut anggota damkar Kota Bandung menurunkan semua personelnya. Bahkan personel damkar yang masih berstatus tenaga harian lepas pun diturunkan. Termasuk juga dari PMI Kota Bandung yang berjaga-jaga demi keselamatan anggota.

Hingga pukul 02.30 WIB pada Minggu 19 Mei 2019‎ pemadam kebakaran masih terus mencoba menaklukan api. Tetapi karena lokasi yang sulit dijangkau dan sangat beresiko untuk petugas masuk, api masih ada di lokasi tersebut.


Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR