MUI Jabar Tolak Gerakan People Power

Pemilu

Rabu, 15 Mei 2019 | 19:02 WIB

190515190248-mui-j.jpg

Remy Suryadie

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Jabar menolak terkait seruan guna melakukan gerakan people power untuk menanggapi hasil Pemilu 2019. Pasalnya gerakan people power merupakan gerakan pemecah belah bangsa.

"Itu terindikasi dapat memecah belah bangsa, untuk itu kami tidak sependapat dengan gerakan tersebut," Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafei, saat ditemui di Bandung, Rabu (15/5/2019).

Ia meminta masyarakat untuk mendukung dan menerima hasil dari Pemilu ini. Dinilainya penyelenggara Pemilu, baik KPU dan Bawaslu, serta petugas lainnya, sudah melakukan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan demokratis.

Sependapat dengan MUI, tokoh PW NU Jabar Asep. S Abdillah juga mengatakan gerakan people power, merupakan gerakan tidak mendasar. Kegiatan itu, tak semestinya dilakukan.

"Intinya kalau memang anggap pemilu ini curang dan sebagainya, kan ada cara untuk menyampaikan. Bukan dengan berkumpul saja, ini kan konyol," kata dia.

Gerakan People Power menjadi isu hangat yang tengah di bahas oleh berbagai kalangan masyarakat, pasca pemilu ini. Gerakan ini muncul karena adanya tudingan bahwa kubu petahana yang tengah berkuasa melakukan kecurangan secara masif, sistematis, dan terstruktur, pada pemilu ini.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR