Bea Cukai Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal

Nasional

Rabu, 15 Mei 2019 | 14:11 WIB

190515141238-bea-c.jpg

Tok Suwarto


KANTOR Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil menggagalkan pengiriman rokok ilegal sebanyak 121 koli di Semarang.  Rokok tanpa pita cukai yang terdiri dari berbagai merk itu, dimuat di sebuah truk dalam perjalanan dari Sukoharjo menuju Bangka.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta, Kunto Prasti Trenggono, dalam keterangan persnya menyatakan, penggerebekan rokok ilegal itu, bermula saat petugas Bea Cukai Surakarta melakukan pengamatan dan penelusuran jejak-jejak pengiriman rokok di wilayah Surakarta. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, petugas akhirnya menemukan tempat penimbunan rokok ilegal tersebut di sebuah bangunan yang cukup besar di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Dalam menindaklanjuti temuan itu,  tim gabungan Bea Cukai Surakarta dan Bea Cukai Kanwil DJBC Jateng dan DIY melakukan penggerebekan terhadap bangunan yang berfungsi  sebagai tempat penimbunan rokok-rokok ilegal tersebut. Di tempat itu, petugas menemukan sebanyak 132 koli berisi rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) berbagai merk. Kemasan rokok itu dalam keadaan tanpa dilekati pita cukai.

"Dari hasil pemeriksaan, bangunan tersebut berada dalam penguasaan tersangka AP. Di tempat itu didapati dua unit kendaraan, masing-masing sebuah mobil pick up milik HF yang sedang memuat rokok ilegal sebanyak 25 koli rokok illegal yang dikendarai KM dan AL. Sebuah mobil lain Isuzu Elf yang dikendarai YA memuat sebanyak 20 koli rokok illegal," katanya kepada wartawan, Rabu (15/5/2019).

Dari pencegahan tersebut, sambungnya, petugas Bea Cukai melakukan pengembangan dengan meminta keterangan AP sebagai pemilik gudang. AP memberikan informasi bahwa barang tersebut diperoleh dari HF di Jepara. Berdasarkan informasi itu tim gabungan petugas Bea Cukai Surakarta bersama petugas Bea Cukai Kanwil DJBC Jateng dan DIY melakukan penangkapan di sebuah hotel di Yogyakarta terhadap empat orang tersangka, yaitu HF (pemilik barang), DA (pembeli barang), AL dan KM.

Keempat orang tersangka tersebut dibawa ke Kantor Bea Cukai Surakarta untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan undang-undangan tentang Cukai. Para Tsk dijerat dengan Pasal 54 dan/atau Pasal 56 juncto Pasal 59 UU Nomor 11 Tahun 1995 sebagimana telah diubah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Barang bukti yang disita berupa  sebanyak 121 koli rokok ilegal di atas truk HINO, 132 koli rokok ilegal di gudang, 25 koli rokok ilegal di mobil Grandmax Pick Up, dan 20 koli di mobil Isuzu Elf.

"Rokok ilegal itu jumlah totalnya 298 koli berisi 1.690 ball atau 33.800 slop seluruhnya sebanyak 338.000 bungkus atau 6.643.200 batang rokok ilegal. Jumlah kerugian negara yang berhasil diselamatkan dengan terungkapnya kasus ini adalah sebesar Rp. 2,6 miliar lebih," sambungnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR