Saksi Belum Dibayar, Ini Kata Ketua Bappilu Partai Golkar Kab. Garut

Pemilu

Senin, 29 April 2019 | 13:37 WIB

190429133817-saksi.jpg

MANTAN Anggota DPRD Fraksi Golkar sekaligus mantan pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Haryono, SH, mengaku sangat perihatin dengan kondisi partai berlambang beringin di Kabupaten Garut.

"Maaf, ini sebuah keritikan buat kemajuan Partai Golkar Kabupaten Garut, apalagi saya selaku mantan pengurus DPD Golkar sangat perihatin dengan kondisi sekarang ini," ujarnya, Senin (28/4/2019).

Bukti carut marutnya manajemen tersebut, kata Haryono, dikeluhkan uang saksi Pileg 2019 yang belum dilunasi oleh DPD Partai Golkar. Sehingga Pengurus Kecamatan (PK) informasinya masih menahan format C1 raihan suara. Mereka tidak mau menyerahkan sampai ada pelunasan biaya saksi.

"Saksi partai Golkar sebenarnya merupakan ujung tombak dalam mendulang suara bagi partai, mereka memiliki peranan penting untuk mengawal suara yang ada di TPS," cetusnya.

Mas Har panggilan Haryono menuturkan, peran ketua DPD Golkar Garut, Ade Ginanjar tidak terlihat hadir dalam setiap permasalahan terjadi di internal partai. Banyak permasalahan yang perlu segera dituntaskan oleh DPD Golkar Garut.

“Awal saat kampanye muncul kasus suap, lalu di kejaksaan kasus Pokir. Hal ini harus segera diintropeksi oleh DPD dan PK. Golkar itu luar biasa, banyak fungsinya dan orang idealis di Golkar itu banyak. Tinggal pola dia,” tuturnya.

Haryono juga mengkritisi kepemimpinan Ade Ginanjar sebagai pimpinan DPD Golkar di Garut yang dinilainya kurang komunikatif dan kurang berperan dalam setiap even.

Sementara itu Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut, Jawa Barat membenarkan, saksi–saksi TPS partai Golkar di Garut belum dibayarkan.

“Sampai saat ini belum ada realisasinya. Kami minta agar DPD Golkar segera menuntaskan permasalahan ini, “ kata Daryan.

Daryan mengaku, kerap ditanyakan oleh saksi TPS yang sudah bekerja terkait sisa pembayaran. Bahkan, banyak Ketua PK yang terus berkoordinasi terkait kapan akan dibayarkannya sisa uang saksi.

"Kami bersama PK lainnya terus berkomunikasi. Bahkan, sempat datang ke DPD Golkar Garut mempertanyakannya. Jawabannya C1 masuk baru akan di bayar. Namun saat C1 di bayar tetap saja masih belum terlunasi," singkatnya.

Sementara Ketua Bappilu Partai Golkar Kabupaten Garut, Alit Burhanudin, mengatakan, terkait belum dibayarkan sisa uang saksi pada setiap PK. Hal tersebut belum masuknya format C1 hasil penghitungan sauara.

"Jadi begini, untuk pembayaran saksi ada kesepakatan calon DPRI dengan sistem persentase. Mau di bayar asalkan C1 yang dilaporkan lengkap," ucapnya.

Terkait adanya tudingan buruknya manajemen, Alit tidak memberikan komentar. "Saksi akan di bayar jika C1 dilaporkan secara lengkap," katanya.



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR