799 Santri DT Ikuti Wisuda Akbar Angkatan Pertama Kecamatan Bojongsoang

Bandung Raya

Sabtu, 27 April 2019 | 15:26 WIB

190427152823-799-s.jpg

Digdo Moedji

SEBANYAK 799 santri dan santriwati diniyah takmiliyah (DT) mengikuti Wisuda Akbar angkatan ke-1 tingkat Kecamatan Bojongsoang setelah dinyatakan lulus dalam mengikuti ujian tahun pelajaran 2018-2019. Wisuda Akbar tersebut berlangsung di halaman Masjid Syamsul Ulum Universitas Telkom, Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Sabtu (27/4/2019).

Menurut Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Bojongsoang, Agus Budiman S.Pd.I., para santri dan santriwati itu berasal dari DT yang ada di 6 desa, yaitu Bojongsari, Bojongsoang, Cipagalo, Tegalluar, Buahbatu dan Lengkong. Mereka lulus setelah mengikuti ujian bersama yang dilaksanakan pada Senin (8/4) hingga Kamis (11/4).

“Meski di sebagian desa tertimpa musibah banjir, namun para santri dan santriwati tetap semangat mengikuti ujian. Para santri ada yang terpaksa menggunakan perahu menuju madrasah guna mengikuti ujian. Alhamdulillah dengan hambatan yang ada para santri akhirnya lulus. Tidak ada santri yang tidak lulus dalam ujian tahun ini,” ungkap Agus Budiman diamini pengurus FKDT lainnya.

Sementara itu, Bendahara FKDT Kabupaten Bandung Furqon Arifin, S.Pd.I., M.MPd., yang mewakili ketua, menuturkan Pemerintah Kabupaten Bandung mewajibkan seluruh siswa sekolahnya mulai tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat untuk belajar di Madrasah Diniyah.

Hal itu terdapat dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar Diniyah Takmiliyah dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 34 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2008 Tentang Wajib Belajar Diniyah Takmiliyah.

“Santri yang mengikuti ujian DT tingkat Kabupaten Bandung tahun pelajaran 2018-2019 adalah sebanyak 34.670 anak. Tidak kurang dari 35.000 santri DT setiap tahunnya mengikuti ujian di tingkat Kabupaten Bandung. Jumlah tersebut adalah sekitar 50% sampai 60% siswa yang mengikuti ujian SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Bandung. Sisanya adalah siswa yang tidak mengikuti DT dan beragama non muslim,” papar Furqon.

Pada kesempatan tersebut, Furqon selaku pengurus FKDT Kabupaten Bandung, menyerahkan sumbangan kepada Ketua FKDT Kec. Bojongsoang untuk diserahkan kepada korban musibah banjir yang ada di Kec. Bojongsoang.

Sedangkan Sekretaris Kecamatan Bojongsoang, Hj. Lusi Widiyanti dalam sambutannya mengatakan, merasa bangga dan terharu karena para santri bersemangat dalam mengikuti ujian walaupun dalam keadaan banjir. Para generasi muda dibekali ilmu agama, mereka harus bersaing kecanggihan teknologi yang memiliki sisi positif maupun ada sisi negatifnya juga

“Dalam menghadapi tantangan di era industri saat ini, para santri harus cerdas, beriman dan bertakwa. Agar dalam bergaul mereka tetap berada pada jalur norma agama. Selain itu, dengan belajar agama, diharapkan anak-anak mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar,” ucap Lusi Widiyanti.

Pada acara Wisuda Akbar tersebut diserahkan penghargaan kepada guru madrasah terbaik, yaitu ibu Dede Ratmini, S.Pd., dari madrasah Al Mujahid Desa Bojongsari Serta penghargaan kepada santri terbaik, Mohammad Najib Arjuna dari madrasah Al Abror Desa Buahbatu.

Hadir dalam acara itu adalah Sekretaris Kecamatan Bojonsoang Hj. Lusi Widiyanti, Ketua Pokja Pengawas Bojongsoang Kementerian Agama Kab. Bandung, Drs. Nasirun M.Ag, serta KUA Kec. Bojongsoang.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR