Puskesmas Tarogong Terjunkan PSC Sijeruk Pantau Kesehatan Petugas KPPS

Pemilu

Senin, 22 April 2019 | 20:54 WIB

190422205505-puske.jpg

Agus Somantri

Petugas PSC Sijeruk UPT Puskesmas Tarogong saat melalukakan pemeriksaan kepada petugas KPPS Tarogong Kaler, Senin (22/4/2019).

KHAWATIR adannya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang kelelahan karena kecapaian dan kurang istirahat, UPT Puskesmas Tarogong menerjunkan petugas PSC Sijeruk (Sistem Informasi Jaringan Rujukan) ke tempat rapat pleno Kecamatan Tarogong Kaler di Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin (22/4/2019).

Camat Tarogong Kaler, Saefurohman, mengatakat pihaknya memang meminta kepada petugas kesehatan untuk mendampingi jalannya rapat pleno di Kecamatan Tarogong Kaler, karena banyak petugas KPPS yang mengalami kelelahan akibat kurangnya istirahat karena harus mengawal surat suara mulai dari TPS hingga kecamatan.

"Banyak yang mengalami kelelehan akibat kurang tidur dan kecapaian," ujarnya, Senin (22/4/2019).

Menurut Saefurohman, banyak kasus di sejumlah daerah di Jawa Barat anggota KPPS yang di rawat bahkan sampai meninggal dunia, sehingga hal itu menjadi alasan pihaknya untuk meminta pendampingan kepada tim kesehatan.

"Kita meminta tim kesehatan untuk melakukan pendampingan, karena hampir semua anggota mengalami kelelahan, termasuk saya juga kurang istrahat," ucapnya.

Edi Kurnaedi, petugas PSC Sijeruruk UPT Puskemas Tarogong, menduga, banyaknya kasus anggota KPPS yang meninggal dunia bisa diakibatkan faktor kelelahan dan minimnya penanganan awal.

Menurutnya, ketika petugas sudah mengalami kelelahan karena kecapaian dan kurang tidur selama berhari hari seharusnya bisa diminimalisir dengan sigapnya petugas kesehatan dalam melakukan penanganan terhadap kasus kegawat daruratan akibat kelelahan.

"Faktor kelelahan bisa tidak berdampak fatal ketika ada penanganan yang tepat dan cepat. Apakah itu diberikan oxygen, pemberian cairan infus atau ditindak lanjuti ke faskes yang lebih lanjut," katanya.

Edi juga menyarankan agar di setiap TPS disediakan alat P3K, jadi ketika ada yang sakit apalagi jauh dari fasilitas kesehatan bisa tertangani sehingga tidak akan berakibat fatal.

"Resiko kematian akibat kelelahan cukup besar, karena pada umumnya tubuh harus diberikan porsi istrahat yang cukup," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, petugas PSC Sijeruk dari UPT Puskesmas Tarogong melakukan beberapa pemeriksaan, baik terhadap petugas KPPS hingga camat yang hampir semuanya mengalami kelelahan.

"Pemeriksaan berupa tekanan darah, dan Lab glukosa darah, serta yang lainnya. Ketua Panwas Kecamatan juga mengalami kelelahan dan peningkatan tekanan darah, dan disarankan untuk segera meminum obat yang telah disediakan dan secepatnya untuk istirahat," ujarnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR