Tembok Jebol, Warga Solokanjeruk Dihantui Terjangan Air

Bandung Raya

Kamis, 18 April 2019 | 15:10 WIB

190418151151-tembo.jpg

Engkos Kosasih

SEKITAR 15 kepala keluarga (KK) di Kampung Puja RT 03/RW 04 Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, kehidupannya kini mulai terusik dan tidak nyaman. Hal itu setelah tembok penahan aliran air Sungai Cisunggalah sepanjang 20 meter, tinggi 1 meter dan lebar 40 centimeter jebol dan menerjang rumah mereka.

Jebolnya tembok penahan air aliran Sungai Cisunggalah itu pada Senin (15/4/2019) malam pukul 20.30 WIB. Melalui swadaya masyarakat dan para korban jebolnya tembok penahan air itu, mereka bergotongroyong membuat tanggul sementara yang terbuat dari karung berisi tanah.

Pada Selasa (16/4/2019) sore pukul 16.00 WIB, tanggul sementara yang terbuat dari karung berisi tanah itu kembali jebol dan merusak bagian rumah warga.

Penyebab jebolnya tembok dan tanggul itu karena aliran air Sungai Cisunggalah cukup deras dan tidak tertampung, ditambah tidak kuatnya tembok penahan aliran air.

Beruntung jebolnya tembok penahan air dan tanggul itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun para pemilik rumah mengalami kerugian material sekitar Rp 400 juta karena rumah dan barang-barang berharga mengalami kerusakan cukup parah.

Bahkan, rumah milik Endan yang letaknya persis di bantaran Sungai Cisunggalah jebol pada bagian rumahnya hingga mengalami kerusakan cukup parah.

Selain rumah Endan, kondisi serupa dialami rumah milik Kokon, Ujang Darajat, Nandang, Ny. Yuyu dan dua rumah lainnya yang mengalami rusak berat.

Bahkan sebagian dari rumah mereka masih dibiarkan tertutup endapan lumpur karena tanggulnya belum ada upaya penanggulangan, sehingga disaat aliran air kembali besar masih berpotensi menerjang rumah warga.

Endan, salah seorang korban jebolnya tembok penahan air  mengeluhkan kejadian tersebut.

"Pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten tidak cepat tanggap. Setelah tanggul yang kedua kalinya jebol, warga pun masih membiarkannya dan belum ada upaya penanggulangan. Percuma kembali menggerakkan warga juga untuk gotong royong memasang dan mengangkut kembali memasangkan karung, kalau akhirnya jebol lagi," kata Endan kepada galamedianews.com di rumahnya yang jebol, Kamis (18/4/2019).


Editor: Brilliant Awal

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR