BAZNAS Kabupaten Garut Peduli Kaum Disabilitas

Daerah

Rabu, 10 April 2019 | 17:07 WIB

190410170832-bazna.jpeg

Digdo Moedji

BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut menyerahkan bantuan kaki dan tangan palsu kepada 3 orang warga yang mengalami disabilitas di Gedung Serba Guna BAZNAS Kab. Garut Jln. Pramuka, Garut, Rabu (10/4/2019).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan Ketua BAZNAS Kab. Garut, Rd. Aas Kosasih, S. Ag, M.Si, didampingi pengurus lainnya dan Pengurus Paguyuban Kreasi Difabel Bandung serta keluarga penerima bantuan kaki dan tangan palsu. Menurut Aas, program bantuan kaki palsu ini merupakan salah satu dari lima Program Garut Peduli terhadap warga Garut yang membutuhkan bantuan dari BAZNAS.

Bantuan kaki dan tangan palsu ini masuk dalam program Garut Sehat. Sedangkan 4 program lainnya, yaitu Garut Cerdas, Garut Takwa, Garut Peduli dan Garut Makmur.

"Program yang dicanangkan Bupati Garut tersebut dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan di Kab. Garut. 
Masih kata Aas, di Garut ada lebih 1.000 warga yang mengalami disabilitas. Untuk itu masih diperlukan dana yang cukup besar untuk membantu warga Kabupaten Bandung untuk mewujudkan 5 program tersebut," ujarnya.

Selama ini, BAZNAS Kab. Garut juga telah membantu masyarakat yang tertimpa musibah, seperti korban kebakaran atau korban bencana alam. "Bila dari Dinas Sosial tidak bisa membantu karena keterbatasan dana untuk masyarakat, Insha Alloh BAZNAS siap membantu," tandasnya.

Target raihan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Garut sebesar Rp 63 miliar per tahun, akan tetapi saat ini baru tercapai Rp 4 miliar per bulan. Sehingga masih perlu kerja keras lagi dalam mencapai target tersebut. 
Selama ini zakat yang disisihkan para ASN dikerjakan oleh SKPD Unit Pengumpul Zakat.

Kedepan Aas berharap, pengumpulan zakat dari ASN ini bisa bekerja sama dengan pihak Bank bjb. Sehingga bisa dilakukan pemotongan langsung dari penghasilan ASN oleh Bank bjb.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Kreasi Difabel Bandung, Syaeful Andri mengungkapkan, terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Garut atas kepercayaan yang diberikan untuk pembuatan kaki dan tangan palsu bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Garut.

Bantuan kaki dan tangan palsu yang diberikan BAZNAS kepada penyandang disabiltas ini merupakan kerja sama kedua kali antara BAZNAS Kabupaten Garut dengan Paguyuban Kreasi Difabel Bandung. Syaeful pun berharap kerja sama ini bisa 
berkelanjutan. 

Penerima bantuan
Sementara itu, salah seorang penerima bantuan kaki palsu, Dede Juhana (46) warga Kmp Bobos RT 02/RW 01, Desa Putra Jawa, Kecamatan Selaawi, sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kab. Garut yang telah memberikan bantuan kaki palsu.

"Alhamdulillah saya mendapat bantuan kaki palsu dari BAZNAS, mudah-mudahan dengan bantuan tersebut nantinya saya bisa berjalan seperti sedia kala. Saya rencananya ingin kembali bekerja untuk bisa menafkahi keluarga," papar Dede yang kaki 
kananya terpaksa diamputasi setelah terjatuh ke dalam sumur setinggi 15 meter.

Selain Dede, ada juga Hilman Abdul Muis (30) warga Kmp Sasak Beusi, RT 04/RW 11, Desa Sindang Suka, Kecamatan Cibatu. Hilman sebelumnya mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor. Hilman sebelum diamputasi sempat lima kali 
berobat ke rumah sakit karena kakinya mengalami infeksi.

Sedangkan Jujun Junaedi (49) warga Kmp Nyalindung, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, mendapat bantuan berupa tangan palsu. Jujun mendapat musibah ketika bekerja di Bandung, tangan kirinya terkena kaca jendela. Sempat dibawa ke rumah 
sakit karena tangannya juga mengalami infeksi sehingga harus diamputasi.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR