Tingkatkan Elektabilitas di Jabar dan Banten, Ma'ruf Harus Kampanye Door to Door

Pemilu

Senin, 21 Januari 2019 | 17:23 WIB

190121172426-tingk.jpg

net

KH Ma'ruf Amin.

ELEKTABILITAS pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di wilayah Jabar dan Banten masih dianggap rendah dibanding kompetitornya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi bersama Ma'ruf harus lebih total berkampanye dengan menyasar grasroot NU.

"Kiai Ma’ruf harus memanfaatkan waktu tiga bulan ini untuk berkampanye door to door menyapa masyarakat, khususnya kalangan Nahdliyin. Perlu usaha keras untuk meningkatkan kepedulian mereka, karena menurut survei, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf lemah di Jawa Barat dan Banten," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, saat dimintai tanggapannya, Senin (21/1/2019).

Pendekatan door to door dianggap penting, karena Ujang melihat kecilnya suara Jokowi-M’ruf di Jawa Barat dan Banten kemungkinan disebabkan oleh maraknya hoax di dua provinsi ini. "Makanya serang melalui darat dengan turun langusung ke lapangan. Paparkan konsep kejahteraan, termasuk program yang sudah sukses dilakukan Jokowi dalam program PKH, KIS, KIP, dan lain-lain," sambungnya.

Ujang menambahkan, upaya itu juga yang harus dilakukan Ma'ruf dalam safari politik yang akan dilakukannya selama sepekan di Provinsi Banten dan Jawa Timur.

"Kiai Ma'ruf adalah figur ulama besar NU. Jadi jika grasroot NU digerakkan dengan maksimal, maka akan bisa menggenjot elektabilitasnya. Rasa ke NU-an akan menyolidkan kaum santri terutama yang berbasis NU dalam mendukung kiai Ma'ruf," tuturnya.

Ma'ruf akan melakukan safari politik ke Banten dan Jawa Timur pada pekan ini. Hari ini Kiai Ma’ruf akan akan menghadiri acara Istighosah dan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Bismillah Barubuk, daerah Padarincang. Setelah itu, Kiai Ma’ruf menghadiri deklarasi dan pelantikan pengurus DPD Banten Organisasi Barisan Nusantara (Barnus) di Jln. Syeikh Nawawi Al Batani, Serang, Banten. Esok harinya, mustasyar PBNU itu akan roadshow ke Trenggalek, Tuban, Lamongan, dan Nganjuk, Jawa Timur.

Di Jawa Timur, Kiai Ma’ruf akan bertemu relawan hingga bersilaturahmi dengan para kiai. Ma’ruf juga menyebut setelah tahun baru ingin menyapa masyarakat di Jawa Timur yang belum pernah dikunjunginya.

Ujang menjelaskan, Kiai Ma’ruf harus memasifkan kampanye dengan pendekatan keulamaan yang menjadi ciri khasnya. Pendekatan program juga perlu dilakukan, utamanya program-program penjaminan kesejahteraan. Seperti sempat disampaikannya saat debat kandidat 17 Januari lalu, bahwa masyarakat perlu diberikan pemahaman yang tepat tentang agama tetapi mereka perlu diberi santunan jika mereka membutuhkan.

"Kiai Ma'ruf harus melakukan pendekatan rasionalitas. Contohnya, jika mereka membutuhkan makanan, maka dalam tanda kutip, makananlah yang harus diberikan, jangan beri yang lain," ujar Ujang.

Khusus untuk kalangan pesantren, Ma’ruf bisa menyosialisasikan pengembangan entrepreneur di kalangan santri atau rencana pemberikan beasiswa kepada para santri agar bisa kuliah hingga ke luar negeri.

Membangun narasi optimisme, kata Ujang, juga penting disampaikan menggunakan tolok ukur dan pijakan kinerja Jokowi selama lima tahun terakhir serta berangkat dari kepuasan masyarakat terhadap Jokowi.

"Catatannya, Kiai Ma’ruf harus menyosialisasikan keberhasilan-keberhasilan Jokowi dengen lebih soft untuk menghindari bully-an dan gorengaan pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi," tandasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR