PAKET PERGELARAN SENI BUDAYA DAERAH JAWA TIMUR

Kesenian Jawa Timur yang Berdampak Bagi Perekonomian Berbasis Budaya

Seni & Budaya

Sabtu, 19 Januari 2019 | 11:39 WIB

190119114734-kesen.jpg

Eddie Karsito

Pelaksanaan Paket Pergelaran Seni Budaya Daerah Jawa Timur, diharapkan dapat menjadi jendela komunikasi antar budaya, sekaligus membangun peradaban dunia yang berbudaya.

“Paket Pergelaran Seni Budaya Daerah Jawa Timur, diharapkan dapat semakin memperteguh keberadaan seni budaya Jawa Timur. Memberi dampak bagi perekonomian berbasis budaya,” ujar Kepala Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Drs. Dwi Suyanto, MM, dalam Rapat Koordinasi Sosialisasi dan Sinkronisasi Seni Budaya Daerah Dari Kabupaten-Kota  se-Jawa Timur Tahun 2019, di Jakarta, Kamis (17/01/2018).

Rapat tersebut diikuti para Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten-Kota se-Jawa Timur. Diselenggarakan di Aula Caping Gunung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur ini, berlangsung dua hari (Kamis – Jum’at (17 - 18/01/2019).

Menghadirkan narasumber DR. Maryono, SH, MH, CN (Koordinator Anjungan Daerah dan Manajer Hukum TMII), Arif Rofiq (Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemberdayaan Lembaga Seni Wilwa Tikta & Ekonomi Kreatif, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Drs. Dwi Suyanto, MM (Kepala Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur), Suryandoro, S.Sn (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), serta moderator, Samad Widodo, SS, MM (Kasubid Pengelolaan Anjungan Bapenda Jatim).

Dwi Suyanto, menegaskan, seni dan budaya dapat menjadi instrumen harmonisasi sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Pilar membangun kepribadian bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Memperkuat kearifan lokal sebagai falsafah nilai dalam hidup berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Dwi, kekayaan seni budaya Jawa Timur perlu mendapat apresiasi, pencermatan, dan penghargaan dari berbagi pihak. Salah satu bentuk apresiasi tersebut adalah dengan digelarnya Paket Pergelaran Seni Budaya Daerah Jawa Timur.  

Acara ini akan digelar secara rutin di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, sepanjang tahun 2019. “Ketertarikan wisatawan pada sajian acara yang disuguhkan di Anjungan Jawa Timur TMII berdampak positif. Tak jarang setelah menonton mereka melanjutkan kunjungan ke daerah setempat dengan membawa rombongan. Bahkan ada yang hingga peduli pada pelestarian dan pengembangan potensi seni budaya dan wisata daerah,” ungkap Dwi.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Samad Widodo, SS, MM, menjelaskan, rapat koordinasi dan sosialisasi ini juga menandai mulai digelarnya paket Pergelaran Seni Budaya Daerah Jawa Timur, tahun 2019.

Selain mengemas berbagai paket khusus, Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur, juga mengadakan berbagai program pelatihan dan lomba, serta ajang apresiasi dan peningkatan kompetensi di bidang seni budaya melalui acara Anugerah Duta Seni dan Budaya Jawa Timur.

Paket ini secara menyeluruh mempresentasikan keunggulan daerah. Baik melalui pertunjukan pergelaran kesenian daerah, pameran produk kerajinan, makanan khas daerah, serta produk unggulan bidang pariwisata lainnya.

“Para pengisi paket Pergelaran Seni Budaya Daerah Jawa Timur akan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang tampil dalam kemasan Anugerah Duta Seni dan Budaya Jawa Timur,” tegas Samad Widodo.

Anugerah Duta Seni dan Budaya Jawa Timur tahun 2018, diikuti para duta seni daerah dari 28 Kabupaten Kota se-Jawa Timur. Menetapkan 10 Penyaji Terbaik Duta Seni Daerah (non-rangking). Para penyaji terbaik ini mendapat penghargaan berupa, piagam penghargaan, piala dan uang pembinaan.

Proses pengamatan dilakukan setiap Pergelaran Kesenian Daerah digelar di Anjungan Jawa Timur TMII, setiap hari Minggu. Mengundang para pengamat seni untuk memberi penilaian, meliputi kemasan penyajian, dan kejelian dalam mengemas acara. Sehingga pertunjukan mempunyai daya pikat bagi pengunjung.

“Memiliki muatan nilai-nilai luhur yang mencerminkan ciri khas daerah masing-masing. Kreatif, dan inovatif, menampilkan karya seni dengan ide-ide baru, baik dari sisi tata pentas, penataan tari, penataan musik, penataan rias busana dan lain-lain,” ujar Samad.

Bertindak sebagai Juri Pengamat adalah, Suryandoro, S.Sn (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Dra. Nursilah, M. Si. (Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta) dan Catur Yudianto (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII).

Sebagai penyelenggara, Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyusun 44 paket kesenian yang menjadi kalender acara rutin di Anjungan Jawa Timur. Baik berupa paket khusus, atau program reguler yang dipersembahkan secara gratis bagi pengunjung.

Anjungan Jawa Timur juga menyelenggarakan lomba dan pelatihan. Lomba Seni Pencak Silat Jawa Timuran, Senin – Selasa (4-5/02/2019). Pelatihan Tari Kreasi Jawa Timuran, Sabtu – Minggu (9-10/02/2019).  Pelatihan Seni Reog Ponorogo, Sabtu – Minggu (16 – 17/02/2019).

Sementara pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, akan diawali penampilan duta seni dari Kabupaten Sumenep, Minggu (24/02/2019) mendatang.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR