Jadi Korban Kebakaran, Mimpi Nanih Menjadi Kenyataan

Bandung Raya

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 13:16 WIB

181013131841-jadi-.jpg

Engkos Kosasih

BERAWAL dari mimpi bakal memiliki rumah, pasangan suami istri yang sudah lanjut usia ini, Embin (75) dan Nanih (70) warga Kampung Ciseke RT 02/RW 05 Desa Sudi, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung ini akhirnya menjadi kenyataan. Sebelumnya, pasangan suami istri yang memiliki empat orang ini rumahnya pada lima bulan silam ludes terbakar dan rata dengan tanah.

Kini, Embin dan istrinya serta dua orang cucunya, Siti (14) dan Agis Fatimah (13), yang masih duduk di kelas 2 dan 1 SMPN 3 Paseh itu, kini kembali memiliki rumah semi permanen berukuran 5,70 x 5,25 meter. Selama lima bulan sebelumnya, mereka tak memiliki rumah karena menjadi korban kebakaran. Selama tak memiliki rumah, mereka menempati rumah anaknya, Euis Mina, persis di depan lokasi rumah miliknya yang terbakar.

Pada Sabtu (13/10/2018), Embin bersama istrinya dan kedua cucunya terlihat bahagia dan bersyukur setelah memiliki rumah kembali seluas 25 meter persegi lebih. Rumah tersebut dibangun atas inisiatif Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi dibantu Danramil Paseh-Ibun Kapten Inf Toto Toha Sobana, dan dibantu program keluarga harapan (PKH).

Proses pembangunannya pun dibantu Bhabinkamtibmas Desa Sudi Bripka Ridwan dan Babinsa Desa Sudi Serda Dede Jumara. Untuk mewujudkan pembangunan rumah tersebut melalui gotong royong dan melibatkan swadaya RT dan RW setempat.

Melihat rumah tersebut sudah layak huni, Ketua Bhayangkari Ranting Polsek Ibun S.K. Minarti Rusliati didampingi Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada Embin, pemilik rumah. Kedua lansia ini sehari-harinya nganggur karena bukan lagi usia produktif.

"Mimpi ini menjadi kenyataan. Awalnya, Ema mimpi bakal memiliki rumah. Bahkan, usai salat selalu berdoa sambil menangis karena ingin memiliki rumah lagi. Sebelumnya, Ema tak mengira bakal kembali memiliki rumah lagi. Hatur nuhun bapak dan ibu yang sudah membantu kami membangun rumah kembali," kata Nanih saat menyambut rombongan jajaran Polsek Ibun dan Koramil 0904/Paseh-Ibun, Sabtu siang.

Sebelum kembali dibangun, Nanih mengisahkan, rumahnya itu terbakar empat hari sebelum memasuki bulan suci Ramadan lima bulan silam. Rumahnya terbakar diduga akibat korsleting listrik.

"Saat kebakaran, rumah dalam kondisi kosong. Saat kejadian, Ema sedang di masjid. Tahu-tahunya rumah sudah terbakar, setelah diketahui warga sekitar yang dibarengi dengan teriakan ada kebakaran. Rumah anak saya, Euis Mina juga turut terbakar pada bagian depannya, dan saat ini sudah diperbaiki," katanya.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan melalui Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi mengatakan, pembangunan rumah kembali korban kebakaran itu selama 10 hari, dan lima hari sebelumnya menyiapkan material bangunan. "Pengerjaan pembangunan rumah ini, setelah kami mendapat laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Sudi yang menyebutkan ada korban kebakaran sudah lima bulan belum memiliki rumah kembali," kata Asep.

Mendapatkan laporan itu, imbuh Asep, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak dan pemerintahan setempat untuk menghimpun dana. "Selain dari kencleng Jumat, anggaran pembangunan rumah ini dibantu Pak Danramil Paseh Kapten Inf Toto Toha Sobana dan PKH," kata Asep.

Sampai saat ini, Polsek Ibun sudah membangun 46 rumah untuk warga yang sebelumnya rumahnya tidak layak huni, selain para korban kebakaran. Selain itu melaksanakan rehab sejumlah masjid dan musola.

"Kita hanya membantu material bangunan. Sementara tenaga kerjanya dibantu warga sekitar yang bergotong royong membangun rumah. Kami berharap, rumah yang sudah dibangun ini bermanfaat bagi warga yang menempatinya," ungkapnya.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR